Ananda Mikola Kaget Diminta Menjadi Saksi  

Kamis, 04 Desember 2008 | 14:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pembalap nasional Ananda Mikola mengaku kaget saat diminta polisi untuk menjadi saksi dalam kasus penganiayaan Agung Setiawan, yang diduga melibatkan aktris Marcella Zalianty. Pasalnya, keberadaan Ananda bersama saudaranya, Moreno di kantor Marcella di kawasan Cikini, Jakarta Pusat itu, hanya kebetulan saja. "Yang saya tahu, Ananda dan Moreno itu hanya mampir saja ke kantor itu (kantor Marcella). Tidak ada niatan datang. Karena saat itu ada acara peresmian museum Jenderal Nasution," ungkap kuasa hukum Ananda, Heri Subagio di kantor Polres Jakarta Pusat, Kamis (4/12).

Lantaran itulah, kata Heri, putra mantan pembalap nasional Tinton Suprapto itu tidak tahu menahu kasus pengeroyokan terhadap Agung Setiawan. "Karena memang saat mereka datang kejadiannya sudah selesai. Lho kok diminta jadi saksi, terang saja dia kaget," papar Heri.

Heri juga membantah dugaan kemungkinan keterlibatan kliennya itu dalam kasus ini karena yang bersangkutan memiliki bisnis jasa penagihan. "Tidak ada background itu. Tidak ada tagihan, tidak ada kepentingan untuk itu. Karena itu, saya tegaskan tidak ada keterlibatan Ananda dalam kasus ini," ungkapnya.

Sementara itu, hingga kini, Tempo belum berhasil meminta konfirmasi dari Ananda. Telepon selulernya tidak aktif. Seperti diketahui, Agung Setiawan, seorang kontraktor bangunan melapor ke polisi atas penganiayaan dirinya oleh orang-orang tak dikenal pada Kamis (4/12) dini hari.

Kasus itu diduga terkait dengan urusan bisnis antara PT Kreasi Anak Bangsa milik artis Marcella Zalianty dengan Agung. Menurut informasi yang diperoleh Tempo di kantor Polres Jakarta Pusat, Agung diminta melakukan renovasi kantor PT Kreasi Anak Bangsa, biaya pun sudah diberikan. Namun, hingga enam bulan ternyata pekerjaan tersebut belum rampung.

Arif Arianto

Komentar Anda (9) :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Sok tau/komentar

    saudara-saudaraku yang sudah beri komentar di kolom ini,ingat Ananda masih dalam pemeriksaan polisi dan duduk perkaranya belum jelas.
    Saya heran kalian sudah memfonis dia dan adiknya,sok tau Anda semua itu.
    Kita tunggu dululah pemeiksaan Polisi baru nanti kita bilang Ananda itu begina begini OK!
    Apa lagi Agung itu sudah ketahuan siapa dia........DIA ADALAH PENIPU ULUNG RUPANYA.

    -- Wahono, Jakara, 10/12/2008 12:19:39 wib

  • Belagu................

    MEMANG BELAGU SIH MIKOLA. DARI DULU SOK HEBAT, SOK SUPERIOR, SOK PALING KEREN, SOK BERKUASA JUGA. GIMANA KALAU DIA JADI ANAK PRESIDEN YACH.........WAH TAMBAH JADI DEH.

    -- TOMBE, JAKARTA, 09/12/2008 18:59:09 wib

  • Sangat disayangkan..

    Aduuh bagaimana sich cara berfikirnya Ananda Mikola cs.masa hanya gara-gara uang yg bagi mereka ngak seberapa dibandingkan dengan prestasi yg telah mereka capai selama ini jadi rusak masa depannya kasihan ya, mudah2an jadi pelajaran buat mereka dan para selep lainnya.Jangan hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga!!!!!!

    -- MAYLENDRA, Jakarta, 09/12/2008 14:15:38 wib

  • Hmmmmmm

    Hukum harus ditegakkan , AM dan sodaranya ini generasi muda yang arogan dan sangat tidak pantas perbuatannya. Selama ini diluar, Indonesia terkenal orangnya yang ramah tamah tapi kenyataannya ????

    -- Giusta, Milano italy, 06/12/2008 12:15:21 wib

  • Syukkkuuurrrrrrrr

    Emang bener kata orang-orang ttg si mikola tampang ga seberapa prestasi ga pernah bagus tapi banyak bacot.
    Buat pak polisi dihukum aja pak

    -- Blacky, Depok, 06/12/2008 00:40:08 wib

1 2
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :