Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Info Grafis  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Polio Impor di Sukabumi
Senin, 09 Mei 2005 | 16:53 WIB

CARA PENULARAN POLIO
Polio disebabkan virus poliomyelitis. Satu dari 200 infeksi berkembang menjadi kelumpuhan. Sebanyak 5-10 persen pasien lumpuh meninggal ketika otot-otot pernapasannya menjadi lumpuh. Kebanyakan menyerang anak-anak di bawah umur tiga tahun (lebih dari 50 persen kasus), tapi dapat juga menyerang orang dewasa. Pencegahan dengan vaksinasi secara berkala, idealnya pada masa kanak-kanak.

PENULARAN
A
Virus masuk ke tubuh melalui mulut, bisa dari makanan atau air yang tercemar virus.
B Virus ditemui di kerongkongan dan memperbanyak dirinya di dalam usus.
C Menyerang sel-sel saraf yang mengendalikan otot, termasuk otot yang terlibat dalam pernapasan.

VIRUS POLIO
Ada tiga tipe virus: tipe 1, 2, dan 3. Tipe 1 adalah yang terganas dan umum terjadi. Tipe 2 tak pernah terdeteksi di seluruh dunia sejak 1999.

SIKLUS HIDUP VIRUS POLIO
1Satu virus polio mendekati
sebuah sel saraf melalui aliran darah.
2 Reseptor-reseptor sel saraf menempel pada virus.
3 Capsid (kulit protein) dari virus pecah untuk melepaskan RNA (materi genetik) ke dalam sel.
4 RNA polio bergerak menuju sebuah ribosom-stasiun perangkai protein pada sel.
5 RNA polio menduduki ribosom dan memaksanya untuk membuat lebih banyak RNA dan capsid polio.
6 Capsid dan RNA polio yang baru bergabung untuk membentuk virus polio baru.
7 Sel inang membengkak dan meledak, melepaskan ribuan virus polio baru kembali ke aliran darah.

FAKTA
Banyak jenis sel manusia memiliki reseptor yang cocok dengan virus polio; tak diketahui mengapa virus suka neuron motorik ketimbang sel lain.

Dari 200 virus yang bertemu sel, hanya satu yang sukses masuk dan bereplikasi.

Di kultur jaringan, dalam 6-8 jam, virus berbiak menjadi 10-100 ribu partikel virus per sel.

Sistem kekebalan tubuh melindungi diri dengan memproduksi antibodi yang
melawan protein yang ditutupi virus, mencegah virus berinteraksi dengan sel yang lain.

Orang yang pernah terinfeksi, kebal terhadap infeksi dari tipe virus yang sama.

SUMBER: KORAN TEMPO;INFOGRAFIS: GAUS SURAHMAN


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tangerang Butuh Ribuan Tenaga Medis Imunisasi Polio
Tiga Balita di Lebak Terkena Polio
IDAI: NTB Hampir Bebas Polio
Bea Cukai Amankan 20 Kontainer Limbah B3
Virus Polio Merambah Tangerang
Partai Demokrat Dukung Abdul Wahab-Ilham Wijaya
Tiga Nama Diduga Terlibat Kasus Izin Taksi Palsu
Pakar: Polio Sukabumi Diimpor Dari Mekah
Pemerintah Siapkan Jutaan Dosis Vaksin Folio
Trend Warga Riau Berobat ke Malaka
> selengkapnya...


Referensi

Penjelasan Menteri Kesehatan Tentang Praktek Kedokteran (Termasuk Malapraktek)
Baku Tuding Malapraktek
Trend CDR dan SR TB Paru (1997-2003)
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Polio Impor di Sukabumi
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Rabies di Indonesia 1998 - 2003
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]

Berita Terakhir

Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang
Wakil Presiden Tutup Raimuna IX

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data