Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Nasional  
  Ekonomi&Bisnis  
  Nusa  
  Jakarta  
  Indikator
  Opinet  
  Majalah  
  Koran  
 
   

Pembentukan Kadin UKM Tidak Salah
Selasa, 18 Januari 2005 | 15:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pengujian Undang-Undang Tentang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan agenda mendengar keterangan saksi. Adi Sasono, salah satu saksi yang diajukan oleh pemohon. Pada kesempatan itu Adi Sasono mengatakan bahwa pembentukan Kadin Usaha Kecil dan Menengah (UKM) jelas tidaklah salah. “Kalau anda tidak melakukan, itu yang salah,” ujarnya dalam sidang, Selasa (18/1).
Menurut Adi, pembentukan Kadin UKM adalah bentuk perjuangan para pengusaha UKM untuk memperjuangkan kepentingannya.

Elias L. Tobing, sebagai pemohon, mengungkapkan bahwa Kadin UKM yang dipimpinnya ini dibentuk karena merasa kepentingan UKM kurang diakomodasi oleh Kadin Indonesia. Pemohon menginginkan untuk tetap menggunakan nama Kadin untuk organisasi yang dibentuknya. Alasannya, nama Kadin lebih kuat dan bisa berhubungan dengan Kadin mancanegara. “Kalau kita memakai nama asosiasi itu hanya sektoral dan kurang kuat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa permasalahan UKM itu multikomplek dan tidak bisa diselesaikan dengan asosiasi.

UU No. 1 tahun 1987 tentang Kadin mengatur bahwa hanya ada satu kamar dagang dan industri di Indonesia yaitu KADIN itu. Karena adanya UU tersebut, Elias mengaku organisasi yang dibentuknya tidak bisa mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah, oleh karena itu pihaknya mengajukan pengujian UU tersebut.

Puji Rahardja, saksi yang diajukan oleh pihak terkait yaitu Kadin Indonesia, mengatakan bahwa penggunaan nama yang mirip bisa menimbulkan kebingungan dan pengkaburan. “Kalau upaya untuk membentuk organisasi UKM silahkan, tapi kalau persamaan nama keberatan,” ujarnya. Menurut Puji, tidak masalah bagi organisasi UKM untuk tidak menggunakan nama Kadin. Karena efektivitas suatu organisasi bahkan secara internasional adalah tergantung orangnya. “Kalau orangnya pintar, bagus, ya efektif juga,” jelasnya.

Adi Sasono membantah bahwa penggunaan nama Kadin untuk organisasi UKM akan membingungkan masyarakat. “Tidak membingungkan, beda banget antara Kadin Indonesia dengan Kadin UKM,” ujarnya. Sidang yang dipimpin oleh Ketua MK Jimly Asshidiqie ini akan dilanjutkan dengan sidang pembacaan putusan yang waktunya belum ditentukan.

Indriani Dyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah (tengah) berbincang dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Aburizal Bakrie (kanan) dan salah satu ketua bidang KADIN Indonesia, Mohamad S Hidayat (kiri) menjelang seminar Calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (tengah), didampingi Ketua Umum Kadin, Mohamad S. Hidayat (kanan), dalam acara dialog
Burhanuddin Abdullah, Aburizal Bakrie dan Mohamad S Hidayat
Megawati Soekarnoputri dan Mohamad S. Hidayat
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pakar: Mahkamah Konstitusi Boleh Uji Semua UU
MK Gelar Sidang Uji Pembuktian UU Kadin
Kadin Desak Pemerintah Beri Insentif Fiskal
Kalangan Industri Terkejut Dengan Kenaikan BBM
Kadin Minta Landasan Hukum Ketenagalistrikan
Kadin: Indonesia Butuh Investasi Rp. 1.300 Triliun
Menteri Ekonomi Jepang Bertemu Kalangan Bisnis Indonesia
Kadin: Naiknya Harga Gula Merupakan Permainan Pasar
Pengusaha Menuntut Kompensasi Kenaikan BBM
Kadin Jakarta Optimis Terhadap Pemerintahan Yudhoyono
> selengkapnya...


Referensi

Profil Mohamad Suleman Hidayat
Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
UU Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

Website

Kadin DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data