Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Nasional  
  Ekonomi&Bisnis  
  Nusa  
  Jakarta  
  Indikator
  Opinet  
  Majalah  
  Koran  
 
   

MK Pelajari Konstitusi Uni Eropa
Rabu, 14 Maret 2007 | 13:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahkamah Konstitusi mempelajari konstitusi Uni Eropa melalui seminar berjudul "Masa Depan Konstitusi Uni Eropa: Pelajaran Bagi ASEAN dan Indonesia" di Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Rabu (14/3).

Ketua Mahkamah Konstitusi Jimmly Assiddiqie mengatakan konstitusi Uni Eropa merupakan bentuk yang unik karena konstitusi itu berdiri di sekian banyak negara yang tergabung dalam Uni Eropa. "Meskipun sampai saat ini rumusan konstitusi itu belum diratifikasi," kata Jimmly.

Perdebatan yang hangat, kata dia, apakah rumusan konstitusi Uni Eropa itu nantinya akan lebih tinggi dari konstitusi yang dimiliki negara-negara Uni Eropa. Bahkan sampai saat ini, ujar Jimmly, rumusan konstitusi itu masih ditentang oleh Perancis dan Belanda. "(Konstitusi) Mana yang lebih tinggi?," tanya dia.

Karena itu, lanjut dia, rumusan konstitusi Uni Eropa perlu dipelajari untuk membuat ASEAN Charter, misalnya. Sebab, menurut Jimmly, bentuk hubungan diantara negara ASEAN baru sebatas nota kesepahaman (MoU). "Ini sangat lemah (landasan hukumnya)," kata dia.

Pembentukan ASEAN Charter, kata Jimmly, dimaksudkan sebagai deklarasi pernyataan keinginan kerjasama yang lebih kuat dalam bidang ekonomi, politik dan sosial. Tapi, lanjut dia, belum menjadi kesepakatan konstitusi.

Untuk Indonesia, ungkap Jimmly, pelajaran yang dapat diambil dari konstitusi Uni Eropa adalah terbangunnya wacana tentang perubahan konstitusi. "Makin banyak orang yang memperdebatkan tentang konstitusi, makin bagus," katanya. Tandanya, konstitusi itu sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat.

Dalam seminar yang diikuti duta besar negara-negara ASEAN dan Uni Eropa ini, menghadirkan pembicara Direktur Riset dan Sekretaris Eksekutif Sekretaris Jenderal ASEAN Temshak Chalermpalanupap, Guru Besar Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia Satya Arinanto dan Dosen Program Studi Kajian Wilayah Eropa Luhulima.

Rini Kustiani

Dari Arsip Majalah TEMPO
Putusan ini Harus Jadi Solusi | 28 Maret 2005
Remang Lilin Pemilu Daerah | 28 Maret 2005
Rakyat Memilih, Pusat Mengatur? | 28 Maret 2005
Bom Waktu Pilkada | 28 Pebruari 2005
Memang Ini Pertarungan Kepentingan | 28 Pebruari 2005
Korupsi Bukan Pidana Baru | 21 Pebruari 2005
Kontroversi Sebutir Pertimbangan | 21 Pebruari 2005
Tutup Buku Penjerat Bom Bali | 27 Desember 2004
Belum Rugi, Hanya Ragu | 20 Desember 2004
Waswas Tercekik di Tangan Swasta | 20 Desember 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Anggota Dewan Ajukan Uji Materi UU Pemda
MK Gelar Uji Materi Undang-Undang Praktik Kedokteran
Mahkamah Konstitusi Uji Pasal Penebar Kebencian
'Jangan Menyalahartikan Putusan Mahkamah Konstitusi''
Ketua Mahkamah Konstitusi Digugat Rp 6 Miliar
Jimly: Hakim Konstitusi Tidak Mungkin Berpihak
Patralis Akbar Wacanakan Pencopotan Hakim Konstitusi
Jimly Kembali Pimpin Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi Jamin Bertindak Obyektif
27,3 Persen Undang-undang Bermasalah
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No.24 Thn.2003 Tentang Mahkamah Konstitusi
Kepres RI nomor 89 Tahun 2001 Tentang Tunjangan Hakim
Kepres nomor 47Tahun 2001 Tentang Panitia Penyelidik Masalah Konstitusi

Website

Mahkamah Konstitusi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95462 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data