Thabrani Ismail Dirawat di Rumah Sakit Polri
Senin, 19 Maret 2007 | 11:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Terpidana korupsi Balongan, Thabrani Ismail dirawat di Rumah Sakit Kepolisian RI Sukanto. “Iya Thabrani yang Pertamina itu,” kata Kepala Rumah Sakit Sukanto Brigadir Jenderal (Polisi) Aidy Rawas ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Senin (19/3).
Aidy mengaku tidak ingat sejak kapan mantan Direktur Pengolahan Pertamina itu dirawat. “Yang jelas sudah sekitar seminggu,” ujarnya. Ia juga tidak tahu persis penyakit apa yang diderita Thabrani hingga ia harus dirawat di luar penjara. “Mungkin sakit tua, dia kan sudah 70 tahun,” ujar Aidy.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Gunadi juga membenarkan bahwa Thabrani telah dirawat di Rumah Sakit Sukanto sejak sekitar seminggu yang lalu. “Sakit tua, komplikasi,” kata Gunadi menjelaskan penyakit Thabrani.
Gunadi menceritakan, awalnya dokter di penjaralah yang memeriksa Thabrani. Secara rutin, kata Gunadi, dokter penjara memang memeriksa kesehatan narapidana ketika ada keluhan. “Tapi karena tidak bisa ditangani, maka kami merujuk ke Rumah Sakit Polri,” ujar Gunadi.
Unsur kemanusiaan juga, kata dia, membuat lembaga pemasyarakatan memutuskan Thabrani dirawat di Rumah Sakit Sukanto. “Kami juga melihat riwayat sakitnya dia,” kata Gunadi. Malahan, Gunadi menduga, sejak awal Thabrani masuk penjara, kesehatannya sudah menurun. “Mungkin faktor psikologis ditambah komplikasi penyakitnya, pertama masuk ke penjara mungkin sudah drop,” kata Gunadi.
Keluarga Thabrani, Gunadi melanjutkan, telah memberikan jaminan Thabrani tidak melarikan diri. Namun Gunadi enggan menjelaskan jaminan apa yang diberikan keluarga Thabrani. “Itu masalah teknis,” ujar Gunadi.
Aparat intelijen kejaksaan menangkap Thabrani Ismail pada 14 Februari lalu. Thabrani divonis oleh Mahkamah Agung pada 26 April 2006 dengan hukuman penjara enam tahun, denda Rp 30 juta, dan uang pengganti $ 189,5 juta. Ketika akan dieksekusi oleh kejaksaan pada 28 Agustus 2006, Thabrani menghilang hingga akhirnya ia ditangkap di gedung perkantoran Kuningan pertengahan Februari lalu.
Fanny Febiana
Topik :




Komentar Anda :