KPK Usut Kasus Motor Syaukani

Selasa, 03 April 2007 | 13:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais. KPK meminta keterangan saksi yang terlibat dalam pengadaan ribuan unit sepeda motor.

Beberapa orang yang tengah diperiksa KPK adalah Ketua Forum Solidaritas Guru Kutai Kartanegara Syamsul Khaidir, Gatot Widodo, Tommy Wirantono, dan Kepala Sub Bagian Keuangan bagian Organisasi Tata Laksana Kutai Abdul Gani.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, Syamsul dan Abdul diperiksa terkait pengadaan motor asal Cina dengan merek JRD. Pengadaan ribuan unit motor itu ditujukan bagi para guru dan dosen di Kutai. "Mereka diperiksa sebagai saksi," kata Johan, di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (3/4).

Para guru dan dosen di Kutai jengkel karena harga motor yang seharusnya berkisar Rp 6 juta, mereka beli seharga Rp 17 juta. Gaji para guru dipotong sebesar Rp 500-750 ribu tiap bulan sejak 2003 hingga 2005. Belum lagi soal kualitas motor yang jauh di bawah rata-rata.

Syamsul menolak tudingan bahwa pengadaan motor atas andil pengurus Forum Guru. "Kami sebatas memfasilitasi. Mereka seharusnya berterima kasih kepada Bupati Syaukani karena memberikan insentif berupa motor. Bukan malah mempersoalkan," katanya. (Koran Tempo 2/4)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, pengadaan motor dilakukan sebanyak tiga kali pada 2003. Perusahaan rekanan yang mengadakan motor adalah CV Bangun Bersama Samarinda dan PT JRD Bright Motorcycle Industry. Total nilai proyek pengadaan untuk 9000 unit motor adalah Rp 153,39 miliar.

CV Bangun menyediakan 3.000 unit sepeda motor merek Nasha AX Type 100-1A dengan nilai Rp 51,37 miliar. Sedangkan PT JRD menyediakan 6.000 unit motor merek Jialing dengan total dana Rp 102,2 miliar. Dalam kasus ini, rekanan menawarkan harga Rp 10 juta per unit, tapi Syaukani diduga menaikkan harganya hingga menjadi Rp 17 juta per unit. (Koran Tempo 21/3)

Syamsul tiba pukul 08.30, diikuti Gatot, Tommy, dan Abdul pukul 09.30. Mereka masih menjalani pemeriksaan hingga berita ini diturunkan.

Tito Sianipar

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :