Kasus Munir Masuk Agenda Sidang Dewan HAM PBB

Rabu, 04 April 2007 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kasus tewasnya aktivis hak asasi manusia, Munir akan masuk dalam agenda sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa. "Hasil penelitian Special Rapporteur on Extra Judicial Execution Philips Alston juga telah dilaporkan ke Dewan HAM PBB pada sidang akhir Maret lalu," kata anggota Komite Aksi Solidaritas untuk Munir, Asmara Nababan di Jakarta, Rabu (4/4).

Menurut Asmara pemerintah Indonesia harus segera memberikan jawaban terhadap laporan tersebut. "Pemerintah Indonesia sebagai anggota Dewan HAM wajib memberikan jawaban atas pelaporan ini," ujarnya.

Suciwati, istri Munir, menyambut baik dijadikannya laporan Alston sebagai agenda Dewan HAM PBB. "Ini semakin menjelaskan perhatian dunia atas kematian Munir," ujarnya.

Koordinator Kontras Usman Hamid menyatakan dalam laporannya Alston menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia sudah menunjukkan sikap yang kooperatif selama menyusun laporannya. Namun, Alston menyesalkan pemerintah Indonesia yang tidak sepenuhnya mengungkap kasus ini.

Menurut Usman, Alston turut mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mengungkap kasus ini. Pasalnya, dalam Keputusan Presiden tentang pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF), disebutkan bahwa hasil TPF akan disampaikan ke publik. "Tapi sampai saat ini belum disampaikan," ujar Usman.

Oleh karena itu, lanjut Usman, pemerintah seharusnya malu karena desakan untuk membuka hasil TPF justru datang dari luar negeri.

Tito Sianipar

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :