Anwar Nasution: Setan Gundul Saja Saya Tak Takut
Selasa, 26 Agustus 2008 | 16:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Anwar Nasution, tidak takut diadukan ke polisi. Ia akan meladeni gugatan mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusly Simanjuntak ke Markas Besar Polri, yang merasa terhina oleh ucapan Anwar. "Setan gundul saja saya tidak takut, apalagi orang seperti itu, silakan melaporkan," ujar Anwar Nasution usai acara dialog pengelolaan keuangan daerah di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (26/8).
Ia mengatakan Rusly dan Oey Hoey Tiong, manatan Kepala Biro Hukum BI, dianggap memutarbalikkan fakta. "Orang itu bukan lagi anak buah saya. Apa dasarnya saya kasih perintah. Mereka datang ke rumah saya satu tujuan, minta nasihat dan saran bagaimana menyelesaikan kasus itu," ujar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu.
Anwar menlanjutkan, sudah menyuruh kepada Rusly untuk mengembalikan uang. "Saya kasih waktu satu setengah tahun. Apa lagi yang kurang, tiba-tiba kok mereka memutarbalikkan. Siapa yang tidak kesal," kata Anwan.
Rusly dan Oey adalah terdakwa kasus aliran dana BI. Ketiba memberi kesaksian atas terdakwa mantan Gubernur BI, Baharuddin Abdullah, keduanya bercerita pernah disuruh Anwar memusnahkan data Rapat Dewan Gubernur BI. "Tapi, perintah itu tidak saya laksanakan," kata Rusly dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, 11 Agustus lalu.
Febrianti
Topik :
- Orang paling biadab
setelah saya renungkan dan teliti kasus Bank Indonesia ini, saya menyimpulkan bahwa:
Orang paling jahat dan bisa dikatakan masuk dalam kategori munafik adalah merupakan dalang dari semua ini....
kalau jaksa menuntut wajar, kalau BI dituntut masih masuk akal, tapi kalau berada ditengah2 menjadi seolah2 pahlawan PADAHAL BERPERAN JUGA itu adalah munafik, itulah sosok seorang ANWAR NASUTION-- Jimmy, Jakarta, 05/09/2008 11:11:19 wib
- Benar2 tidak intelek
Karena sering bicara kasar seperti itu akhirnya saya juga ragu akan kadar intelektualnya....
-- Adam Smith, Jakarta Timur, 27/08/2008 19:25:23 wib
- Tak ada sopan santun.
Pak Anwar itu setahu saya adalah dosen di FEUI yang sangat kasar dalam berucap (itu kata teman saya yg diajar beliau),semua kata dari Kebon Binatang keluar semua.Jadi kalau dia ngomong seperti itu kita sbg alumni FEUI sudah biasa...cuma Pak Anwar lupa...dia ngomong monyet bukan ke mhs sehingga...kalau dilaporin ke Polisi baguslah buat pelajaran tata krama.
-- Alex Richard J, Jakarta Barat, 27/08/2008 10:22:39 wib
- Sang intelektual
Gelar Profesor Doktor tp sopan santun dalam bertutur kata tidak ada sama sekali.
-- Fajar, Jakarta, 26/08/2008 20:40:26 wib




Komentar Anda (4) :