Agus Condro: Panda Nababan Radio Rusak

Selasa, 02 September 2008 | 11:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat Agus Condro acuhkan bantahan para koleganya soal uang suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom. Soal bantahan Panda Nababan, misalnya, tentang pertemuan Miranda dan anggota DPR di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, menurut Agus tak usah didengarkan.

"Saya anggap Bang Panda seperti radio rusak, ngak saya dengerin kalau dengerin telinga saya rusak, biarin dia mau ngomong apa," kata Agus. Agus berbicara kepada wartawan saat menyerahkan barang bukti di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (3/9).

Sebelumnya Agus mengatakan bahwa Panda adalah orang yang memimpin pertemuan antara Fraksi PDI Perjuangan dengan Miranda sebelum pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di DPR pada 2004 lalu. Terhadap pengakuan Agus ini, Panda Nababan membantah. Itu tidak benar, semua rekayasa," ujar Panda, Rabu(27/9) pekan lalu.

Agus mengharapkan bukti-bukti yang ia serahkan dapat menjadi jalan masuk KPK mengusut kasus itu. "Karena tidak ada tanda terima ketika saya dapat Rp 500 juta itu," ujarnya.

Dia datang sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengendarai mobil Mercy. Dia mengenakan celana abu dengan kemeja lengan pendek motif garis-garis. "Ketemu Ahmad Wiagus atau siapalah sekedar menyerahkan tambahan bukti," kata Agus, pada wartawan di gedung KPK.

Sutarto

Komentar Anda (2) :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Yudi for president

    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.
    YUDI FOR PRESIDENT.

    -- Kondisi, Bandung, 03/09/2008 12:16:26 wib

  • Believe it or not

    Anggota DPR tentu terpilih karena pendidikan dan kesehatan jarmani rohaninya. Apakah mungkin berbohong ? sungguh hina bila benar bohong.

    -- Heri, Bandung, 02/09/2008 12:52:21 wib

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :