close

Al Chaidar: Penggerebekan Noor Din M. Top Penuh Kejanggalan

Sabtu, 08 Agustus 2009 | 18:08 WIB

al chaidarTEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat Teroris Negara Islam Indonesia (NII), Al Chaidar menyatakan, yakin bahwa yang ditembak Tim Densus 88 Antiteror, di Desa Beji, Temanggung, Jawa Tengah pada siang tadi (8/8) bukanlah buron teroris nomor satu, Noordin M. Top.

"Pertama, saya belum mendapatkan verifikasi dari jariangan teroris itu sendiri, yang kedua banyak kejanggalan yang terjadi dalam penembakan itu," ujar Al Chaidar saat dihubungi melalui telepon genggamnya, sore tadi, Sabtu (8/8).

Menurut Chaidar, kejanggalan pertama terletak pada pemilihan lokasi tempat persembunyian Noordin. "Itu tempat yang sudah pernah steril oleh Polisi dan itu bukan kebiasaan Noordin M. Top mendatangi tempat yang sudah disteril, biasanya dia langsung memutus hubungan dengan tempat tersebut," ujar Chaidar. Desa Beji, Temanggung, tambah Chaidar merupakan lokasi yang pernah disterilkan oleh Polisi.

Kejanggalan kedua, menurut Chaidar, adalah soal keberadaan Noordin yang sendirian di dalam rumah tanpa disertai dengan pengawalan. "Tidak mungkin tanpa ada pengawal, 100 meter biasanya sudah ada penjaganya," ujar Al Chaidar. Bahkan biasanya, Noordin pun tidak melakukan pertempuran sedekat itu. "Seperti yang di Poso, pertempuran terjadi 100 meter dari tempat kediaman, dan itu biasanya di hadang terlebih dahulu oleh pengawalnya," ujar Chaidar.

Kejanggalan yang paling parah menurut Al Chaidar adalah, sosok Noordin yang tidak memakai bom rompi. Sebab, dalam keadaan apapun, Noordin pasti menggunakan bom rompi. "Bahkan ketika shalat dan makan, ia selalu mengenakan bom rompi," ujar Chaidar yang pernah mengenal cukup dekat sosok Noordin M. Top.

Chaidar menduga, yang ditembak di Temanggung bukanlah Noordin,melainkan anak buahnya, yang termasuk dalam jaringan Noordin M. Top. "Mungkin orang lain jaringan Noordin M Top yang sudah ditangkap atau yang susah ditangkap," ujarnya.

Chaidar sendiri menduga, keberadaan Noordin tidak di Jawa Tengah melainkan di Jawa Timur. Ia menduga penggerebekan terhadap Noordin M. Top ini merupakan rekayasa dari Kepolisian. "Peristiwa ini by design, ini rekayasa dari polisi," kata Chaidar.

CHETA NILAWATY

Info Grafis

  • Ibrohim Terendus

    Polisi optimistis bisa meringkus Ibrohim, 34 tahun, pegawai Cynthia Florist yang diduga memasukkan bom ke Hotel Ritz-Carlton pada Jumat pagi (17/7) dua pekan lalu.

  • Bom dikirim 7 Menit Sebelum Bum

    BOM yang meledak di Hotel Ritz-Carlton, Jumat dua pekan lalu, diduga diselundupkan tujuh menit sebelumnya melalui pintu barang dan karyawan.

  • Operasi Sepanjang Jawa

    Pasca-pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada Jumat pekan lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggelar berbagai operasi di seantero Jawa.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [36] :

  • Jj

    yang komen,aneh2...

  • < indonesia negara penuh kejanggalan >

    juga kemenangan Rezim SBY dlm Pemilu 2009 penuh kejanggalan.
    Suatu kebiasaan Rakyat Indonesia selalu dipaksa menelan kejanggalan, mau atau tidak mau.

  • Urusan nyawa orang banyak kok dijadikan kunyahan

    hmmm, chaidar itu siapa ?
    lalu sudah tahu banyak tentang N M T segala....
    hal-hal t#rr*r dan NMT dijadikannya obyek / makanan untuk dimamah, untuk popularitas pribadi...tampaknya
    urusan nyawa manusia-2 yang dihilangkan orang-2 lain, kok jadi sebanding dengan kesempatan menggagahkan diri berlaku jadi 'pengamat' yang menganalisa...hahahah
    .
    "Lebih baik selalu menjadi baik dan lebih baik, memang..."
    Mari sambut kehidupan nyata yang siap di depan pintu

  • Oalah

    itu mah foto chaidar atuh

  • Maybe yes maybe no

    maybe yes maybe no, i dunno. really? confuse ah...

1 2 3 4 5 6 7 8
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan