close

MMI Tuding Penggerebegan Jatiasih Rekayasa  

Rabu, 19 Agustus 2009 | 11:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penggerebegan rumah di kompleks Nusaphala Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, pada awal Agustus oleh Detasemen Khusus 88 dituding MAjelis Mujahidin Indonesia (MMI) rekayasa pemerintah. Rekayasa ini dilakukan terkait pernyataan Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri bahwa pelaku yang diduga teroris, yakni Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono akan melakukan pengeboman di rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor.



"Itu adalah sikap diskriminatif dan rekayasa pemerintah. Terbukti tidak ada alasan yang masuk akal yang bisa dibuktikan. Pemerintah hanya paranoid pada teroris," kata Ketua MMI Yogyakarta Irfan S. Awwas dalam keterangan pers di pondoknya, Rabu (19/8).

Air dan Eko tewas ditembak Tim Densus 88 pada 7 Agustus. Keduanya terpaksa ditembak, kata Bambang Hendarso, karena hendak menyerang aparat dengan bom pipa. Selain menemukan bahan bom seberat 500 kilogram, polisi juga mendapati dokumen sasaran peledakan bom, yaitu SBY.

Menurut Irfan, terlalu mengada-ada jika kediaman seorang Presiden menjadi sasaran pengeboman. Dugaan yang ditujukan kepada Air dan Eko hanyalah akal-akalan. Mereka anak muda yang tidak tahu-menahu soal teroris. Selain itu, penjagaan di kediaman Presiden tentulah sangat kuat dan mustahil akan dilakukan kedua anak tersebut.

Yang aneh, kata Irfan, Air dan Eko dikabarkan ditembak di Jatiasih pada Jumat sore. Padahal pada Jumat pagi masih di Solo. "Air dan Eko itu korban rekayasa. Masak pagi masih di Solo, tiba-tiba sudah di Bekasi sore harinya dan telah merencanakan pengeboman terhadap Presiden!," kata Irfan.

Terkait sikap pemerintah tersebut, MMI menantang intelijen negara untuk debat terbuka terkait terorisme. Siapapun mereka. Irfan menyebut mantan Kepala BIN Hendropriyono, juga Amsad Emkay dan Anton Tabah. "Jangan sampai isu terorisme ditanggapi sepihak, harus ada debat terbuka," tantang Irfan.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Info Grafis

  • Membidik Saefuddin M. Top

    SAEFUDDIN JAELANI adalah nama baru dalam jaringan teroris di Indonesia.

  • Ini Ibrohim, Bukan Noor Din

    Noor Din M Top dipastikan lolos lagi dalam operasi teroris Detasemen Khusus 88 Antiteror dalam dua bulan terakhir.

  • Jejak Terakhir Noor Din

    Pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menguntit Noor Din Mohammad Top sejak dari Bekasi. Sebelum diduga lolos dari Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Noor Din pernah terlihat di Perumahan Puri Nusaphala, Jatiasih, Bekasi.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [16] :

  • Pikirlah dengan bijak

    orang yang hanya bisa mengolok pasti kosong otaknya, bersifatlah obyektif jangan subyektif, belajar dari sejarah.....rekayasa seperti itu bukanlah hal yang mustahil bagi pemegang kekuasaan, seperti halnya rekayasa komando jihad, adalah stigmatisasi phobia terhadap islam. irfan berbicara pasti dia punya bukti, polisi juga punya bukti, maka untuk menghilangkan prasangka, sangatlah baik di adakan uji sahih manakah bukti yang kuat, benarkah mereka teroris atau korban operasi intelijen??

  • Mmi kumpulan orang-orang tolol!!!!

    kasihan irfan dan mmi, bisa ngomong di media udah seneng banget die...
    tooollloollll si irfan itu, bawa2 nama / brand image Islam tapi ternyata hanya kumpulan orang TOLOL !!!!
    irfan tolol... irfan tolol.. mmi kumpulan orang tolol... ^_^

  • Kebakaran jenggot.

    MMI kok kebakaran jenggot, kenapa?

  • Maju terus densus88

    Densus88 jangan takut sama si MMI itu. Mereka (MMI) bukan Indonesia sejati, juga bukan Mujahiddin sejati, serigala berbulu domba, MMI = Maunya Minum "darah Indonesia". Organisasi ini seharusnya dibubarkan. Ayo Densus, labrak mereka, tangkap mereka, mereka telah menghina Korp Densus, jangan dibiarkan.

  • Rekayasa?

    Pantes Teroris senang gentayangan di Indonesia. Mereka dibela terus oleh beberapa kelompok seperti MMI. MMI bisanya mencela tapi tidak memberikan solusi yang membantu pihak kepolisian. Kerjanya cuma memfitnah tanpa bukti. Kenapa nggak sekalian menyatakan bahwa ini rekayasa Amerika? Noordin M Top pasti langsung tepuk tangan!!!

1 2 3 4
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan