Yulianto Terlacak di Surabaya  

Minggu, 08 November 2009 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Nama Yulianto yang disebut-sebut oleh Ari Muladi telah diserahi uang miliaran rupiah untuk diberikan kepada dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi non Aktif Bibit dan Candra setidaknya bukanlah nama fiktif.

Dari penelusuran Tempo, Minggu (8/11) ada sebuah rumah di Perumahan Darmahusada Permai III Kecamatan Mulyorejo Surabaya, setidaknya merupakan rumah Yulianto. Ketika Tempo menanyakan ke 118 tentang nomor telpon di rumah ini dijawab jika rumah itu atas nama Yulianto dengan nomor telpon 0315943XXX.

Hanya saja, ketika Tempo melacak kepada ketua RW setempat, ternyata nomor telpon sudah berganti ke nomor 0315933XXX. Ketua RW XI keluarahan Mulyorejo, Prapto Wardoyo menambahkan, dari daftar Kartu Keluarga (KK) yang ada di tangannya, rumah itu saat ini dihuni oleh keluarga Kho Yohanes Kosuma yang merupakan warga asal Ternate.

Prapto Wardoyo sendiri tidak bisa memastikan apakah Yohanes menempati rumah itu dalam statusnya sebagai pengontrak atau pemilik rumah. “Data kami terbatas, yang kami tau yang tinggal ya keluarga Yohanes,” tambah dia.

Titik terang jika rumah itu benar rumah Yulianto barulah ketahuan ketika Tempo berusaha menemui penghuni rumah. Saat itu, Lenny Tjiemanto mengatakan jika dirinya di rumah itu sebagai pemilik sah rumah.

“Rumah ini dulu rumah pak Yulianto, tapi kami sudah membelinya sepuluhan tahun lalu,” terang Lenny. Lenny sendiri mengaku tidak pernah mengenal Yulianto karena dirinya membeli rumah itu dari istri kedua Yulianto yang dirinya juga sudah lupa siapa namanya.

“Dulu rumah ini digunakan sebagai konfeksi oleh istri keduanya pak Yulianto,” tambah dia. Kebetulan, yang bertransaksi untuk membeli rumah dengan istri kedua Yulianto juga bukanlah dirinya melainkan adiknya yang bernama Doni Kosuma.


FATKHURROHMAN TAUFIQ

  • Share on Facebook
  • Send
  • Print

Komentar (5)

    kalau KPK maupun POLRI merasa benar dan tidak ada yang merasa salah, sebaiknya datangkan saja UYA KUYA atau ROMY RAPHAEL biar orang itu dihipnotis nanti ngoceh sendiri, ngga usah pakai lay detector. Pasti semuanya akan terbongkar siapa yang benar dan siapa yang salah.

    tehnik pakai orang ke 3 seperti Pak Ary Muladi itu sudah tehnik lawas yang sudah sering dipakai mengecoh masak nggak bisa diungkap sich !!!!!!!!!!!!!!!

    Jeng jeng.. tokoh Yulianto ini persis si Matt Damon di filem Bourne Identity kali yah? Punya 10 identitas, 10 paspor dan berbagai keahlian...

    Jangan2 dia ini sekarang jadi gardener di Cikeas atau jadi office boy di gedung DPR? mhuahahaha.....

    Jangan2 si Yulianto kawanan-nya si Susno, maka-nya dia di-umpetin

    Eh...kalau nanti ketumu dan ternyata yang namanya Yulianto ....masih temannya pak Anggodo dan pak Anggoro....bagaimana ? Kayak di film spionase saja....Makin lama penonton makin bingung, tapi endingnya kan selalu yang salah akan 'keok' oleh yang benar. Awalnya yang benar ...kalah terus. Kayak wayang kulit...awalnya Pendawa kalah...setelah jam 4 pagi gantian yang kalah Kurawa....lalu ditutup pakai gunungan.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan