close

DPR Tuntut Peta Pemberantasan Korupsi KPK, Polisi, dan Jaksa

Minggu, 08 November 2009 | 19:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat akan meminta tiga lembaga penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk memaparkan pemetaan pemberantasan korupsi.

"Selama ini pemberantasan korupsi cuma asal gebuk saja," kata Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Tjatur Sapto Edy, melalui sambungan telepon, Jakarta (8/11). Hal itu akan dilakukan dalam rapat kerja yang diagendakan menghadirkan KPK, polisi, dan jaksa pada Rabu mendatang.

Menurut Tjatur, selama ini penanganan korupsi oleh ketiga lembaga tersebut tidak memiliki arah yang jelas. "Tidak ada prioritas penanganan kasus," ujarnya. "Kami akan meminta road map pemberantasan korupsi," ujarnya.


TITO SIANIPAR

Info Grafis

  • Kisah Cicak dan Buaya

    Kisah “cicak-buaya” ini sohor setelah Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Susno Duadji melontarkan kegeramannya.

  • Geger Bisnis Foto Biometrik

    Koperasi Pengayom Pegawai Departemen Kehakiman dan PT Mustika Duta Mas itu menguras brankas negara Rp 1,9 miliar karena menggunakan pegawai Kantor Imigrasi sebagai operatornya.

  • Duit Panas Koperasi Pengayoman

    Kejaksaan Agung menaksir kerugian negara dalam dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Rp 400 miliar.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [3] :

  • High intensity corruption map

    Usul sekalian buatkan peta lokasi/tempat-tempat/institusi yg banyak melakukan korupsi. Jangan-jangan Senayan yg paling padat.

  • Intervensi...!!!

    DPR MAU INTERVENSI YA...? MAUNYA DPR, AGAR KPK TIDAK FOKUS PADA PENINDAKAN KORUPSI, TAPI PORSI KERJA KPK DIARAHKAN LEBIH PADA PENCEGAHAN ! ENAK AJA !!! UNTUK ANGGOTA DPR, SEBELUM BERSUARA, TANYA RAKYAT DULU DONG. AGAR SUARA DI DALAM GEDUNG, ITU SAMA DENGAN DI LUAR GEDUNG !! MALU2IN AJA...!!!

  • Hati2

    hati-hati ... jangan percaya sama anggota DPR ...

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan