close

Terkait Rekaman Anggodo, Dua Pimpinan Koran Dipanggil Polisi

Kamis, 19 November 2009 | 19:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Ekonomi Khusus Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia memanggil Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo dan Redaktur Pelaksana Harian Seputar Indonesia (SINDO), Nevy Hetharia.
anggodo
Pemanggilan itu terkait dengan pemberitaan tanskrip rekaman pembicaraan telepon antara Anggodo Widjojo dengan beberapa orang yang telah diperdengarkan di sidang Mahkamah Konstitusi pada Selasa 3 November 2009.

Dalam surat tersebut, Kepolisian meminta Harian Kompas dan Sindo menunjuk wartawannya yang mengetahui pemberitaan transkrip untuk memberikan keterangan di Bareskrim Mabes Polri. Mereka diminta hadir ke Bareskrim Mabes Polri di Unit VI Kamar 315 Lantai II Direktorat Ekonomi Khusus, Jumat (20/11).

Mereka diminta untuk menghadap ke penyidik Mabes Polri bernama AKBP Golkar Pangarso pada pukul 10.00 WIB. Pemanggilan itu berdasarkan surat Dit Eksus bernomor R/637/XI/2009/Pid Dit II Eksus kalisifikasi biasa tanggal 18 November 2009 dan Laporan Polisi bernomor LP/631/X/2009/Bareskrim tanggal 30 Oktober 2009 dan LP/637/XI/2009/ Bareskrim tanggal 2 November 2009

Laporan bernomor LP/631/X/2009 terkait laporan penyalahgunaan wewenang, pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam Pasal 421 KUHP Jo Pasal 310 KUHP Jo Pasal 311 KUHP. Sedangkan laporan bernomor LP/637/XI/2009 terkait laporan penyalahgunaan wewenang dan penyadapan melalui media elektronik yang diatur dalam pasal 421 KUHP Jo pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat Jo Pasal 47 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Ttansaksi Elektronik.

Sementara itu Redaktur Pelaksana Harian Sindo menyatakan, akan memenuhi panggilan dari Direktorat II Ekonomi Khusus Mabes Polri tersebut, besok (20/11). "Rencananya akan datang besok," ujar Nevy Hetharia.


CHETA NILAWATY

Info Grafis

  • Menanti Sanksi

    Poin yang juga diminta sejak awal adalah pentingnya sanksi diberikan kepada para pejabat Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung yang terlibat dalam proses hukum yang dipaksakan ini.

  • Berawal Jauh Sebelum Susno

    Kisruh cicak dengan buaya berikutnya pun makin membara berkat rekaman-rekaman hasil penyadapan.

  • Tawaran Sepuluh Buat Sang Jenderal

    Susno diduga menerima suap. Inilah sekeping cerita di balik dugaan itu.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan