close

Ong Yuliana Dipanggil Pekan Ini

Senin, 23 November 2009 | 20:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Ong Yuliana Gunawan, lawan bicara Anggodo Widjojo dalam rekaman dugaan rekayasa kriminalisasi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto akan dipanggil pekan ini. "Surat pemanggilan Ong Yuliana akan dikirim pekan ini," kata Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Kombes Raja Erizman saat dihubungi Tempo, Senin (23/11).

Ong Yuliana merupakan lawan bicara Anggodo dalam rekaman percakapan yang diputar di Mahkamah Konstitusi pada 3 November lalu. Anggodo sendiri merupakan adik tersangka kasus dugaan suap sistem komunikasi di Departemen Kehutanan Anggoro Widjojo. Nama keduanya menjadi pembicaraan publik setelah Mahkamah memperdengarkan rekaman pembicaraan mereka yang mencatut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menyebut-nyebut nama Abdul Hakim Ritonga, yang saat itu menjabat sebagai wakil jaksa agung.

Selain akan memeriksa Ong Yuliana, penyidik pun telah meminta keterangan dari Ary Muladi dan nama-nama yang disebut dalam rekaman itu. "Termasuk memeriksa nama penyidik yang muncul pada rekaman," ujarnya.

Meski sudah memasuki pekan ketiga sejak pemutaran rekaman percakapan antara Anggodo dengan beberapa orang di Mahkamah Konstitusi, namun status Anggodo belum berubah menjadi tersangka. "Kami masih mengumpulkan bukti, statusnya (Anggodo) masih terlapor."


CORNILA DESYANA

Info Grafis

  • Menanti Sanksi

    Poin yang juga diminta sejak awal adalah pentingnya sanksi diberikan kepada para pejabat Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung yang terlibat dalam proses hukum yang dipaksakan ini.

  • Berawal Jauh Sebelum Susno

    Kisruh cicak dengan buaya berikutnya pun makin membara berkat rekaman-rekaman hasil penyadapan.

  • Tawaran Sepuluh Buat Sang Jenderal

    Susno diduga menerima suap. Inilah sekeping cerita di balik dugaan itu.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan