close

Bibit Menyimak Pemberitaan Dirinya Melalui Siaran Televisi  

Senin, 23 November 2009 | 20:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Bibit Samad Rianto, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah dibebaskan Mabes Polri bersama rekan sekerjanya, Candra M Hamzah menyimak pemberitaan dirinya dari stasiun televisi dengan santai.

Malam ini Senin, (23/11) di kediamannya di RT 01/012 No. 7 Kelurahan Pedurenan Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Bibit terlihat lebih rileks sejak keluar tahanan.

Ia bersarung, berkemeja biru keputih-putihan dengan kopiah hitam di kepala. Bibit terlihat akrab menerima kerabat dan wartawan yang bertandang ke rumahnya. Sembari menyantap rempeyek kacang, Bibit juga melayani wawancara santai. "Wawancara harusnya setelah jam delapan. Apapun terima. Tapi saya tidak berbuat apa yang dituduhkan. Kalau saya dituntut untuk mempertanggungjawabkan saya ya tidak mau," kata Bibit.

Bibit mengatakan pasrah kepada Gusti Allah. "Di dalam ada TV, keluarga juga mau melihat. Saya siap. Nanti saja ya wawancaranya nanti dikira ndisiki kerso (mendahului kehendak-Nya)."

Bibit sembari menunggu pernyataan Presiden SBY pada pukul 20.00 menceritakan berbagai pengalaman termasuk ketika naik haji. "Nah itu gambar (menunjuk gambar Makkah) saya beli di Bandung. Kata tukangnya 'saya doakan Bapak menginjakan kaki di sana. Eh bener saya beberapa tahun kemudian sampai di sana," katanya.

Bibit juga menyempatkan berbincang ringan, dengan menjelaskan arti nama istrinya Titik Sugiarti itu, "artinya, kaya arti," katanya.

Suasana di rumah Bibit cukup meriah. Ibu Titik menyuguhkan berbagai panganan. Sebagian wartawan memanfaatkan untuk foto bersama. "Pak saya minta foto bareng Bapak untuk dimasukan Facebook," kata seorang reporter radio.

Bibit juga menceritakan ketika menaiki lift ada beberapa orang juga meminta foto. Mereka katanya para facebooker. Sesekali Bibit tertawa renyah. Ia juga menerima telepon dari saudara-saudaranya. "Ikuti ya," ujarnya ramah. Bibit sampai laporan ini ditulis duduk santai di ruang tamu dan seksama menyimak televisi.

 

AYU CIPTA 

Info Grafis

  • Menanti Sanksi

    Poin yang juga diminta sejak awal adalah pentingnya sanksi diberikan kepada para pejabat Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung yang terlibat dalam proses hukum yang dipaksakan ini.

  • Berawal Jauh Sebelum Susno

    Kisruh cicak dengan buaya berikutnya pun makin membara berkat rekaman-rekaman hasil penyadapan.

  • Tawaran Sepuluh Buat Sang Jenderal

    Susno diduga menerima suap. Inilah sekeping cerita di balik dugaan itu.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan