close

Untuk Hilangkan Stres, Bibit Ambil Cuti  

Selasa, 01 Desember 2009 | 07:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Begitu mendengar Kejaksaan Agung akhirnya memutuskan mengeluarkan surat keputusan penghentian penuntutan untuk kasus yang membelitnya, Bibit Samad Rianto langsung mengambil cuti. Wakil ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi itu akan beristirahat seminggu sebelum bertugas kembali di KPK.

Cuti akan dibicarakan terlebih dulu dengan pimpinan KPK lainnya. “Untuk menghilangkan stres dan beban psikologis,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon kemarin.

Selama cuti seminggu itu, kata Bibit, ia akan berziarah ke pusara mertuanya di Kutoarjo, Jawa Tengah, dan orang tuanya di Kediri, Jawa Timur. Namun, sebelum melakukan kunjungan tersebut, Bibit akan menyelesaikan seluruh administrasi di Kejaksaan Agung hari ini. "Saya akan ambil surat dulu di Kejaksaan Agung besok (hari ini) sore jam empat," ujarnya.

Dia menyambut keputusan kejaksaan yang menghentikan kasusnya, dengan rasa syukur. “Alhamdulillah, tidak apa-apa, kan sebelumnya juga sudah tahu, indikasinya sudah jelas,” ujarnya. Menurut Bibit, dia menyaksikan siaran langsung pengumuman penghentian kasusnya dan kasus Chandra Hamzah di televisi. “Tidak ada tepuk tangan,” dia menambahkan.

Saat dihubungi terpisah, wakil ketua nonaktif KPK Chandra M. Hamzah menyatakan tak mendendam kepada siapa pun dalam kasus ini. Ia juga tidak berencana menuntut balik aparat hukum yang menjeratnya.

“Saya dan Pak Bibit melewati banyak cobaan, tapi enggak perlu dendam, sakit hati, iri, atau dengki. Kami maafkan, enggak akan menuntut balik, itu bagian dari masa lalu,” katanya.

Dia juga bersyukur kejaksaan akhirnya menghentikan kasus ini. “Alhamdulillah, mudah-mudahan tidak ada kriminalisasi lagi. Saya ucapkan terima kasih untuk rekan pers dan semua pihak yang mendukung.”

Namun, Chandra tak menjawab tegas saat ditanyai kesiapannya kembali ke KPK. Keputusan Presiden soal pengaktifan kembali dirinya sebagai pemimpin Komisi memang belum terbit. Kalau sudah dikeluarkan, menurut Chandra, konsekuensi logisnya adalah dia kembali memimpin Komisi.

Kedua Wakil Ketua KPK itu dinonaktifkan oleh Presiden setelah menjadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang dan pemerasan. Namun, dalam perkembangannya, kasus ini diduga merupakan upaya kriminalisasi terhadap KPK.

CHETA NILAWATY| BUNGA MANGGIASIH

Info Grafis

  • Tawaran Sepuluh Buat Sang Jenderal

    Susno diduga menerima suap. Inilah sekeping cerita di balik dugaan itu.

  • Operasi Khusus Membungkam Cicak

    Ada apa? Adnan Buyung Nasution, Ketua Tim 8, yang dibentuk oleh Presiden Yudhoyono, membandingkan konspirasi ini dengan operasi khusus semasa rezim Orde Baru berkuasa.“Siapa otaknya semua ini?”katanya.

  • Ada Kasus, Juga Rekayasa

    Inilah perjalanan pertempuran ”cicak-buaya” itu dan cuplikan-cuplikan rekaman pembicaraan menghebohkan.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Setuju

    Setuju pak cuti aja, banyak tempat menanti dari Bali, Hawaii, Los Angeles, San fransisco, Peru, Panama, Paris, London, Rio De Janeiro, Jepang, Singapore, Abu Dhabi, bebas koq bapak tinggal pilih, Semua Tersedia he he he he

    Ngapain mikirin yang gak jelas

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan