Meutia Hatta: Perempuan Rebonding Makin Jelek
Senin, 18 Januari 2010 | 19:15 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar - Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan tren rebonding cenderung membuat penampilan kaum Hawa makin jelek. Lebih indah dan menawan, kata dia, jika perempuan asli tapi dirawat.Tapi, ia tak menghalangi orang untuk bergaya dengan meluruskan rambut yang keriting maupun mengecat dengan aneka warna.
"Beberapa orang dekat yang saya tanya, apa tujuan rebonding, mereka mengatakan untuk membantu meningkatkan percaya diri. Tidak untuk dilihat seksi oleh lelaki. Jadi, tidak selamanya rebonding untuk maksiat," ujar Meutia di Makassar, Senin (18/1).
Ihwal kajian fiqih sosial pelajar putri Pondok Pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang merekomendasikan larangan rebonding dan foto mesra sebelum nikah, ia berpendapat ada masalah lain yang lebih penting untuk dikaji.
Menurut dia, banyak masalah krusial soal perempuan yang menjadi tantangan pemerintah dan pemimpin umat beragama. "Jangan menyudutkan perempuan sebagai biang masalah. Justru kiran laki-laki yang mesti diubah. Rebondong bukanlah sesuatu yang membangkitkan berahi laki-laki."
Jumlah pekan lalu Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, menggelar kajian sejumlah masalah yang dialami kaum wanita. Forum yang diikuti lebih 200 santri putri dari 46 pesantren itu menelurkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya larangan rebonding dan foto mesra sebelum menikah.
HAPSA MARALA
Komentar (2)
rebonding itu bukan masalah niatnya maksiat atau tidaknya, tapi itu syariat yang ditentukan Allah, Allah melarang kita berarti itu adalah sesuatu yang tidak bermanfaat buat kita. Tidak mensyukuri apa yang telah diberiNya
gaka ada hal lain yang lebih berguna ya untuk di ributkan??? hal2 kecil yang gak penting di ributin,jangan2 tar keluar fatwa haram untuk melihat dgn mata .aneh!!

