BPPT Tandatangani Kerjasama Biodiesel Dengan Pemda

Selasa, 20 Mei 2003 | 15:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Keuntungannya diperkirakan akan mencapai Rp 700-900 juta per tahun.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Daerah Riau untuk mendirikan instalasi pengolahan limbah minyak kelapa sawit (CPO) kental. Kerjasama pengolahan limbah CPO parit yang akan dijadikan sumber energi alternatif biodiesel, ditandatangani di Gedung Auditorium BBPT, Jakarta, Selasa (20/5).

Pengolahan limbah CPO menjadi biodiesel ini, menurut Ruskin Har, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau menelan biaya sekitar Rp 5,8 milyar dan akan selesai akhir tahun ini. Proyek pembuatan sumber energi yang ramah lingkungan ini menurutnya didasarkan pada potensi provinsi Riau. Saat ini provinsi tersebut memiliki 1,2 juta hektar lahan sawit dan memiliki pabrik CPO sebanyak 70 buah.

Dengan asumsi harga limbah CPO parit Rp 700 per kilogram, dan harga jual biodiesel sebesar Rp 1700 per liternya, diharapkan dalam masa tiga tahun akan tercapai BEP (Break Even Point). “ Keuntungannya diperkirakan akan mencapai Rp 700-900 juta per tahun,” ujar Ruskin di sela-sela acara Seminar Teknologi Untuk Negeri 2003.

Sementara itu Nur Hidayat, Kepala Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Standardisasi BPPT, mengatakan kerjasama ini sebagai langkah awal untuk mengurangi impor bahan bakar solar. “ Katakan menggantikan satu persen saja itu sudah menghemat lebih Rp 500 milyar,” tuturnya. Selain itu penggunaan biodiesel ini mengurangi emisi gas kendaraan.

(Edy Can-TNR)






Komentar Anda

Kirim