Menjawab Soal Olimpiade dengan Praktek
Jum'at, 08 Juli 2005 | 16:46 WIB
TEMPO Interaktif, Salamanca: Rabu (6/7) adalah hari libur bagi kontestan Olimpiade Fisika Internasional ke-36.
Sebaliknya, Rabu pagi adalah hari sibuk bagi pemimpin dan pendamping tim. Sejak pagi mereka secara maraton harus menentukan bentuk soal untuk ujian praktek yang akan diadakan Kamis keesokan harinya.
Panitia akademik TOFI ke-36 dari Universitas Salamanca telah mempersiapkan satu soal praktek. Dalam lembaran yang mereka bagian, soal praktek itu berjudul Menentukan Konstanta Planck di Dalam Cahaya Lampu Pijar.
Dalam pengantar soal diceritakan tentang sejarah singkat tentang munculnya konstanta Planc ini. Pada 2005, Mac Planc, ilmuwan Jerman mengemukakan hipotesisnya bahwa cahaya dipancarkan oleh materi dalam bentuk kuanta (paket) energi hv. Seratus tahun yang lalu, pada 1905, Albert Einstein memperkaya ide ini dengan menambahkan, sekali dipancarkan, energi kuantum meninggalkan intact sebagai kuantum cahaya (kemudian disebut sebagai foton).
Soal itu menyuruh para kontestan untuk merangkai sebuah alat percobaan. Komponen alat itu berupa tiga buah multimeter digital--yang dapat disetel sebagai pengukur tegangan, arus, hambatan, dan suhu--sebuah baterai 12 volt, kabel penghubung, sebuah platform dengan tutup berupa silinder plastik hitam, bohlam, filter, tabung uji, cairan filter (sulfida tembaga, asam, pewarna aniline), dan dudukannya. Semua komponen harus dirangkai sesuai dengan gambar yang diberikan.
Kontestan diberikan empat tugas yang setiap tugas memiliki beberapa pertanyaan. Tugas pertama adalah mengukur suhu kawat pijar bohlam, lalu diminta juga mengukur suhu ambient. Tugas selanjutnya mengukur panjang gelombang pada keadaan maksimal.
Dalam diskusi yang berlangsung lancar itu, beberapa pemimpin tim meminta perubahan terhadap redaksional. Namun, usulan tim Taiwan untuk mengubah ilustrasi gambar tidak didukung tim lain. Secara keseluruhan, tak ada perubahan mendasar dari usulan soal yang diajukan panitia akademik OFI ke-36.
Menurut Yudistira Virgus, pendamping TOFI 2005, dari soalnya terlihat mudah. Hal serupa juga diakui Yohanes Surya. ¨Moga-moga saja Andika bisa mengerjakannya," Yudis menambahkan.
Memang dari perkiraan sementara team leader dan pendamping TOFI, berdasarkan koreksi yang mereka lakukan malam sebelum ini, Andika memperoleh poin tertinggi dalam soal teori. Jika ia juga berhasil dalam soal praktek ini, kemungkinan TOFI mendapat medali emas semakin besar.
Dalam ujian teori, poin tertinggi adalah 30. Ujian praktek akan berlangsung pada Kamis (7/7) di Gedung Serbaguna Universitas Salamanca. Jika ini selesai, berarti para kontestan dapat beristirahat.
Pekerjaan selanjutnya menjadi tugas para pemimpin tim. Mereka harus memperjuangkan setiap kontestan dari negaranya. Membela setiap jawaban yang diberikan para kontestan dari negaranya. Dodi Hidayat (Salamanca)
Topik :




Komentar Anda :