Berat, Pemulihan Candi Prambanan

Minggu, 04 Juni 2006 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Yogykarta: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta telah tiga hari penuh mendata dampak gempa Sabtu pekan lalu terhadap situs purbakala di kompleks Candi Prambanan.

Hasilnya, kerusakan yang dialami sangat mengkhawatirkan: keretakan dialami paling parah di bagian kaki Candi Siwa dan banyak candi yang telah tergeser empat sentimeter ke arah barat daya.

Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan BP3 Yogyakarta Surayati, Jumat lalu, memastikan pekerjaan pemulihan dari kerusakan itu jauh lebih berat daripada ketika penyusunan Candi Prambanan. Dana yang dibutuhkan pun jauh lebih besar. "Saat situs purbakala di kompleks Candi Prambanan dikonservasi, Candi Siwa butuh dana Rp 3,5 miliar," katanya membandingkan.

Ironisnya, proses pemulihan bangunan candi dan situs purbakala yang rusak sangat bergantung pada anggaran yang dialokasikan. "Semakin cepat dana tersedia, pemulihan bisa lebih cepat," kata Surayati. Padahal, menurut perkiraannya, Candi Siwa, yang dinilai paling berat kerusakannya, butuh minimal dua tahun untuk bisa mengembalikannya seperti semula.

Selain kepada pemerintah di Jakarta, Surayati berharap banyak kepada Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) bisa membantu menyediakan dana itu. "Prambanan merupakan salah satu world heritage, karena itu, kami terus memberi laporan kepada UNESCO," ujarnya.

Raihul Fadjri

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :