Dari Telur Rebus sampai Petir
Senin, 10 Juli 2006 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Singapura: Peserta Olimpiade Fisika Internasional Ke-37 di Singapura hari ini mulai berlaga. Sebanyak 386 peserta harus mengikuti ujian teori, salah satu penentu kemenangan.
Para peserta--termasuk Jonathan Pradana Mailoa, Andy O. Latif, Pangus Ho, M. Firmansyah Kasim, dan Irwan Ade Putra dari Indonesia--menghadapi soal dari energi yang dihasilkan petir sampai perhitungan merebus telur.
Tiga peserta, yakni Andy, Pangus, dan Firmansyah, menganggap semua soal standar saja, tidak terlalu sulit karena semua materi telah mereka terima selama pelatihan. "Ya, lumayan, bisa saya kerjakan semua," kata Pangus.
Hanya Irwan Ade Putra yang agak pesimistis dengan jawaban yang ia buat. "Saya kurang yakin dengan beberapa jawaban," ujar Irwan, peraih emas pada ajang serupa tingkat Asia.
Bukan hanya Irwan yang mengalami kesulitan mengerjakan soal ujian ini. Beberapa peserta dari negara lain juga mengaku soal yang diberikan amat sulit. Nyrhila Niko, pelajar dari Finlandia, keluar dari ruang ujian setengah jam lebih cepat dari waktu yang disediakan. "Saya sudah tidak bisa mengerjakannya lagi. Ada soal yang tak saya kerjakan."
Lain lagi dengan peserta asal Cina, Wang Xingze. Peraih medali emas APhO Ke-7 di Kazakhstan itu menganggap soal Olimpiade ini lebih mudah daripada Olimpiade Asia. Dia optimistis semua soal bisa dikerjakannya dengan benar. "Tidak lebih sulit," ujarnya.
Cina dianggap lawan paling berat oleh para peserta Indonesia. Negara lain yang juga dianggap berpeluang bagus adalah Taiwan dan Hungaria.
Tjandra Dewi





