Beli Sambal Selamatkan Gajah
Kamis, 03 Agustus 2006 | 13:04 WIB
TEMPO Interaktif, New York: Gajah tidak suka pedasnya cabai. Tapi membeli saus sambal bisa menyelamatkan gajah. Itulah promosi pemasaran produk sambal kemasan bermerek Elephant Pepper, yang dijual di Amerika Serikat, untuk membantu petani dan menyelamatkan gajah.
Promosi unik ini berdasarkan kebiasaan para petani di Afrika--dan di Lampung--yang menggunakan pedasnya cabai untuk mengusir gajah dari perkebunan mereka. Tujuan kampanye ini memang upaya kerja sama petani Afrika dan lembaga Wildlife Conservation Society (WCS). Mereka berusaha menciptakan peluang ekonomis baru bagi masyarakat benua itu, sekaligus mengurangi konflik antara gajah dan manusia di sana.
Gajah memang tak suka capsaicin, senyawa kimia dalam cabai, yang membuat mereka kepanasan. Nah, untuk melindungi tanaman jagung dan sayuran lain dari serbuan gajah, para petani Afrika biasa memagari kebun dengan cabai.
Mereka juga mencampur cabai dan minyak bekas dan dioleskan pada pagar. Sebagai perlindungan di malam hari, siapa tahu ada gajah yang nekat, mereka juga mencampur cabai dengan kotoran binatang dan dibuat briket.
Campuran ini dibakar di malam hari, seperti obat nyamuk, untuk menciptakan asap yang memabukkan.
Agar tanaman cabai ini juga bernilai ekonomis, bukan cuma untuk mengusir gajah, Wildlife Conservation Society punya ide untuk menjual cabai itu sebagai produk saus pedas Elephant Pepper. Saus ini telah dipasarkan ke Afrika Selatan, Zambia, Botswana, dan Amerika Serikat.
Produk ini juga tersedia di www.elephantpepper.com. Hasil penjualan disumbangkan ke yayasan Elephant Pepper Development Trust.
"Saus Elephant Pepper menawarkan dua hal bagi para konsumen di Amerika: mendukung gajah sekaligus pembangunan berkelanjutan di Afrika," kata James Deutsch, Direktur Program Afrika, lembaga yang berpusat di Kebun Binatang Bronx, New York, itu.
Manajer pemasaran produk itu, Nina Gibson, menyatakan tantangan utama mereka adalah mencari distributor yang bersedia terlibat dengan kegiatan sosial ini. "Dan berkontribusi untuk pembangunan ekonomi di Afrika," kata Gibson. "Merek ini perlu rekanan yang bisa melihat keuntungan jangka panjang proyek."
livescience| tjandra
Topik :




Komentar Anda :