Membalikkan Evolusi Seekor Tikus
Jum'at, 11 Agustus 2006 | 13:56 WIB
TEMPO Interaktif, UTAH:Tikus itu tetap tampak seperti biasanya, bermoncong kecil, telinga besar, dan ekor panjang. Tapi di tubuhnya terdapat gen purba.
Gen purba ini diperoleh melalui rekayasa cetak biru genetik binatang mengerat itu. Lewat proses itu, gen yang terdapat pada tikus primitif itu diciptakan kembali.
Selama 500 juta tahun, gen kuno itu bermutasi dan membelah. Hasilnya pasangan gen yang di kemudian hari memainkan peran dalam perkembangan otak pada mamalia modern.
Eksperimen ini memberikan titik terang bagaimana evolusi bekerja. Bahkan di masa depan, riset ini ada kemungkinan akan memberikan peluang teknik terapi gen yang baru.
"Kami yang pertama bisa merekonstruksi sebuah gen purba," kata Petr Tvrdik, anggota tim peneliti University of Utah. "Kami membuktikan, dari dua gen modern yang telah terspesialisasi, kami dapat merekonstruksi gen purba yang menjadi asal-muasalnya."
Disebutkan, sampai 500 juta tahun lampau, satwa purba memiliki 13 gen Hox. Di kemudian hari, setiap gen itu membelah empat, menjadi 52 gen berbeda. Selama proses evolusi ini, mutasi lanjutan terjadi dan beberapa gen terulang kembali dan menghilang. Akhirnya gen mamalia yang berkembang sampai saat ini cuma 39 gen Hox.





