Indonesia Terbanyak Korban Flu Burung

Jum'at, 11 Agustus 2006 | 16:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kematian Megi Saputra (16 tahun) dan Okky Jelina (17 tahun) di awal pekan ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara yang paling menderita karena wabah flu burung. Sepanjang 2006 sebanyak 56 kasus dinyatakan positif karena virus flu burung, 44 kasus diantaranya berakhir fatal -termasuk kasus kluster terdiri dari tujuh agngota keluarga di Sumatera Utara.

Di urutan kedua untuk kasus terbanyak adalah Vietnam, negara yang bersama Thailand dan Kamboja menjadi asal muasal virus itu tiga tahun lalu. Di negeri itu, sepanjang periode yang sama, tercatat ada 42 kasus flu burung positif yang menyerang warganya. Bedanya, disana tidak terekam satu pun kasus fatal.

Anthony Fauci, pakar penyakit infeksi di Institut Kesehatan Nasional, Amerika Serikat, meyakini kalau angka kematian di Indonesia masih akan terus bertambah. Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah dengan menghentikan rantai penyebaran virus mematikan itu diantara ratusan juta ekor unggas peliharaan. Pembantaian adalah satu jalan yang tidak bisa dielakkan.

“Anda harus mencemaskan manusianya,” tegasnya. “Tapi jika Anda tidak segera membersihkan unggas-unggas itu, usaha apa pun lainnya tidak akan berarti,” katanya menambahkan.

Menurut Fauci, Vietnam kini berhasil menekan penyebaran virus pemilik galur H5N1 itu dengan menegakkan kampanye vaksinasi massal tahun lalu. Sedang Thailand, yang telah melaporkan 16 korban meninggal gara-gara virus yang sama, mengandalkan kesiagaan masyarakat desa dan gerak cepat pembantaian massal begitu diketahui wabah merebak di satu sudut di negerinya.

Dick Thompson, juru bicara Badan Kesehatan Dunia, juga menekankan ketegasan tindakan yang harus diambil terhadap unggas-unggas itu. "Bagaimanapun baiknya kesiagaan manusianya, penyakit ini tetaplah penyakit unggas. Msnusia akan terus tertular sepanjang masih terjadi endemik pada unggas," jelasnya.

Hingga Kamis lalu, flu burung telah menyebar ke 10 negara: Azerbaijan, Kamboja, Cina, Djibouti, Mesir, Indonesia, Irak, Thailand, Turki dan Vietnam. Virusnya sejauh ini sudah terekam dalam saluran pernapasan 236 manusia di berbagai negara itu, 138 diantaranya berakhir dengan nasib sama seperti Okky dan Megi.

BBC, CNN

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :