Pakar Jamur dan Ahli Bioetika
Selasa, 22 Agustus 2006 | 18:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala LIPI Umar Anggara Jenie menyatakan kedua ilmuwan ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia. Mereka juga membantu pembangunan institusi ilmiah. Bila Mien A Rivai berkiprah di bidang biologi, Taksonomi Mikologi, maka Amru punya andil membangun bidang fisika, Biodiversitas dan Bioetika.
“Perjalanan panjang prestasi pengabdian kepada negara, bangsa, dan ilmu pengetahuan ini menjadi dasar pertimbangan pemberian penghargaan ini,” kata Umar di Jakarta, Selasa.
Umar menyatakan Mien telah memfokuskan diri pada taksonomi jamur, etnobotani, dan konservasi keanekaragaman konservasi tropik. “Kepakarannya diakui dunia internasional,” katanya.
Salah satu prestasi Mien adalah penemuan kunci pemecahan persoalan taksonomi jamur tanah Trichoderma yang bersifat kosmopolitan. Berkat ketekunan pria asal Sumenep, Madura itu keseluruhan sistem klasifikasi Trichoderma direvisi.
Sedangkan Amru Hydari Nazif banyak memberikan sumbangan pemikiran yang signifikan di berbagai forum nasional dan internasional, yang mewujudkan legislasi dan lembaga pendukung kegiatan ilmiah. Dia juga anggota delegasi Indonesia dalam UN Conference on the Environmental and Development di Rio de Janeiro, Brasil. “Menghasilkan konvensi yang sangat terkenal yaitu Convention on Biological Diversity,” kata Umar. “Amru juga sangat berperan dalam pembentukan Komisi Bioetika Nasional.”
Penghargaan ini mengambil nama Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo sebagai Bapak Ilmu Pengetahuan Indonesia sekaligus ketua pertama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Pada kesempatan yang sama juga disampaikan kuliah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture oleh pakar ilmu kebumian LIPI Prof. Dr. Ir. Jan Sopaheluwakan dengan orasi “Bencana Alam: Refleksi Pembelajaran di antara Musibah dan Berkah”. Jan menguraikan risiko bencana di Indonesia dan tantangan di masa depan.
Dalam kegiatan itu LIPI juga meluncurkan buku berjudul Indikator Iptek Indonesia 2006. “Buku ini merupakan dedikasi LIPI dalam mengisi Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan 2005-2006,” kata Umar.
l tjandra




Komentar Anda :