Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Sensus Biota Karst
Jum'at, 01 September 2006 | 15:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Selain inventarisasi biota karst, eksplorasi ini menambah koleksi Museum Zoologicum Bogoriense. Perjalanan ini menambah 12 spesies, yang melengkapi koleksi museum dengan 1.319 spesimen keong darat dan 750 spesimen keong air tawar.

Padahal, wilayah yang telah terjamah tangan peneliti ini baru sebagian kecil dari kawasan karst Indonesia, yang luas terbentang dari barat sampai timur. Dari Bukit Barisan di Sumatera, Sangkurilang dan Muller di Kalimantan, Pangandaran di Jawa Barat, Gombong (Jawa Tengah), sampai Pacitan (Jawa Timur), Maros di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Lorentz di Papua.

Biota karst ini memiliki keunikan dan tingkat endemisitas tinggi. Ekosistem gua yang gelap dengan kelembaban dan suhu konstan sepanjang masa menyebabkan biotanya memiliki karakter khas. Pigmen kulitnya mereduksi sehingga kulitnya transparan dan matanya mengecil bahkan buta serta organ sensorinya berkembang menjadi lebih panjang. Ketam gua, misalnya, memiliki kaki yang amat panjang atau arthropoda dengan antena enam sampai delapan kali lebih panjang.

1. Biota karst Maros
- Ikan gua Bostrychus sp. Ikan buta ini bertubuh transparan. Ikan yang diduga kuat spesies baru ini ditemukan tim LIPI di Gua Saripa dari danau sedalam lebih dari 20 meter dan luas 200 meter persegi.
- Kelelawar berhidung cabang (Nyctmene cephalotes) dan kelelawar (Hipposideros dinops) yang menjadi endemi di Pulau Sulawesi.
- Kepiting laba-laba (Cancrocaeca xenomorph), spesies baru dari gua di Maros.
- Isopoda air tawar dari jenis Cirolana marosiana. Binatang ini juga buta dengan tubuh berwarna putih. Temuan baru di dunia ini adalah isopoda air tawar pertama yang ditemukan di dalam gua.
- Kumbang buta dari jenis Coleoptera sp, yang ditemukan di Gua Saripa.
- Beberapa jenis jangkrik gua (Rhaphidophora sp) yang belum teridentifikasi.
- Laba-laba gua jenis baru (Heteropoda beroni) yang berukuran besar, hampir sebesar telapak tangan.

2. Biota karst Pegunungan Sewu
- Sejenis ikan air tawar endemi yang diduga berjenis Puntius microps, yang dikategorikan sebagai hewan yang terancam menurut IUCN 1990. Tim menemukan ikan dengan karakter morfologi yang telah beradaptasi dalam lingkungan gua, seperti Puntius microps, tapi masih dalam proses identifikasi.
- Udang gua Macrobrachium poeti dan kepiting gua Sesarmoides jacobsoni. Penemuan ini mengindikasikan keadaan gua di pegunungan itu masih baik.
- Tikus Rattus tiomanicus ditemukan di dasar luweng. Penemuan binatang ini baru pertama kali karena belum pernah dilakukan penelitian tikus di dasar luweng. l TJANDRA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk83113 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< September,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data