Tugas Smart 1 Berakhir Ditabrakkan ke Bulan

Senin, 04 September 2006 | 14:11 WIB

TEMPO Interaktif, Darmstad: Pesawat antariksa Eropa, Smart 1, melakukan tugas terakhir dengan menabrakkan diri di permukaan bulan pada 12.42 WIB kemarin. Tugas ini mengakhiri hidup pesawat yang terkenal karena pendorongnya bukan roket kimia, seperti pesawat yang lain, tapi dengan "sinar" ion.

Smart 1 menabrakkan diri dengan kecepatan sekitar 7.200 kilometer perjam. Kecepatan ini membuat ledakan bsa terlihat dari bumi. Tabrakan menciptakan kawah sebesar seukuran sekitar satu buah bus besar.

Mesin roket konvensional biasanya membawa bahan bakar cairan yang mudah terbakar. Hasilnya adalah semburan api berkekuatan tinggi, yang bisa dengan enteng mendorong pesawat. Smart 1 menggunakan partikel xenon yang didapat dari sinar matahari. Energi ini memang sangat kecil dibandingkan roket. Tapi untuk dipakai di ruang angkasa, yang tidak memiliki hambatan udara apapun, cukup mampu.

Itu dari sisi bahan bakar. Misi Smart 1 sendiri bertugas meningkatkan data permukaan bulan, mulai dari bahan kimiawi yang ada sampai tempat yang bagus sebagai pangkalan pesawat jika nanti, puluhan tahun lagi, mengirim orang ke bulan.

Smart 1 meluncur sejak 2003. Dalam tugas terakhir, pengendali Smart 1 sempat mengangkat orbit menjauhi bulan sampai 60 meter untuk menghindari tabrakan yang lebih dini. Pesawat ini dirancang untuk menabrak di wilayah gelap--sehingga ledakannya bisa terlihat dengan gampang--sehingga jika terlalu dini menabrak, sulit diobservasi.

BBC | AP

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :