Si Pencium Ular Itu Tewas Disengat Ikan Pari
Senin, 04 September 2006 | 14:15 WIB
TEMPO Interaktif, Port Douglas: Steve Irwin, pecinta lingkungan yang membawakan acara tentang binatang buas di televisi, kemarin tewas disengat ikan pari saat membuat film dokumenter di Queensland, Australia.
Si "Pemburu Buaya" ini dikenal luas lewat acara televisi Crocodile Hunter dan Crikey! yang disiarkan di banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam acara itu, ia tidak hanya memperlihatkan bagaimana ia menangkap ular, buaya, atau binatang liar lain. Tapi ia menunjukkan keberanian (atau kenekatan) menghadapi mahluk berbahaya itu.
Dua tahun silam, ia pernah mendapat kecaman luas karena memberi makan buaya di kebun binatang sambil menggendong anaknya yang usinya baru sebulan. Bagi pemerintah Australia, Irwin disukai karena dianggap memberi citra bagus bagi negara itu.
Kemarin, saat membuat film dokumenter di lautan daerah wisata terkenal Great Barrier Reef, lepas pantai Low Isles, Port Douglas, ia bertemu ikan pari yang meski beracun tapi tidak dianggap berbahaya. "Steve disengat ikan pari di dada," kata Steve Edmondson, operator selam yang sedang membawa perahu di kawasan itu.
Polisi menyatakan, setelah insiden, awak film lain memanggil ambulan udara sehingga helikopte didatangkan. Tapi racun ikan pari begitu kuat sehingga si pemburu buaya ini tewas di tempat.
Ikan pari, yang banyak bertebaran di kawasan itu, tidak dikenal sebagai binatang yang agresif. Seorang pengelola wisata di sana, yang sudah 26 tahun bekerja, Matthew Hurley, mengatakan belum pernah mendengar ada yang disengat ikan pari.
Biasanya, ikan pari cenderung melarikan diri jika ada predator. Sengat baru dipakai jika terpojok. Sengat ini yang memberinya nama stingray dalam bahasa Inggris (sting berarti sengat).
SMH | WIKIPEDIA





