Ratusan Jenis Satwa Gambut Terancam
Jum'at, 15 September 2006 | 14:58 WIB
TEMPO Interaktif, PALANGKARAYA: Kebakaran hutan gambut di sebagian area bekas Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar di Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, jelas mengancam keanekaragaman hayati di sana. Sebelum terbakar, hutan itu menampung sampai 40 jenis mamalia dan 143 jenis burung -sebagian diantaranya dikenal sebagai satwa langka seperti orangutan, bekantan, beruang, berang-berang, dan macan dahan.
Angka itu belum termasuk keluarga herperofauna seperti katak, kura-kura, bunglon, ulat, dan lainnya. "Kebakaran tidak saja merusak ekosistem yang ada, tetapi juga akan merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut," kata Sherly Manjin, Koordinator Riset dan Basis Data, Program Konservasi Mawas Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo, lewat keterangan tertulis yang dikirimnya.
Parahnya, api semakin meluas. Melalui pengamatan udara yang dilakukan untuk mendukung hasil pencitraan satelit, terungkap titik api bertambah dari hari ke hari hingga meliputi luasan 7.923,5 hektare hutan. Padahal, Sherly menambahkan, hutan gambut yang ketebalannya mencapai lebih dari 14 m dari permukaan itu terkenal dengan sangat berguna mencegah emisi karbondioksida dunia.





