Bertunas Setelah 200 Tahun
Rabu, 20 September 2006 | 17:33 WIB
TEMPO Interaktif, London: Benih yang sudah tersimpan sejak masa Raja George III lebih dari 200 tahun lalu, ternyata bisa 'dibujuk' untuk menumbuhkan tunasnya. Peneliti di Bank Benih Millenium, Taman Botanik Kerajaan di Kew, West Sussex, melakukannya terhadap tiga spesies benih.
Benih-benih itu berasal dari Afrika Selatan dan dibawa dengan kapal oleh pedagang Belanda pada 1803. Kumpulan benih itu lalu ditemukan dalam sebuah buku catatan tua yang tersimpan di Arsip Nasional setempat. “Benih-beih itu berada dalam kondisi yang buruk selama puluhan tahun,” kata Matt Daws, ahli ekologi benih di Bank Benih Millenium.
Daws menerangkan, setidaknya benih menghabiskan setahun dalam perjalanan dengan kapal lautnya dan tersimpan bertahun-tahun di Menara London. “Hanya 10 tahun terakhir saja mereka mendapat perlakuan yang terkontrol,” kata Daws.
Daws mengaku tidak terlalu berharap benih-benih itu mengeluarkan kecambah dan bertunas. “Tapi tiga diantaranya ternyata benih-benih yang tangguh,” katanya. Ketiganya terdiri dari jenis legume, yakni Liparia villosa, dan dua jenis lainnya dalam keluarga protea dan akasia yang belum teridentifikasi jelas.
Liparia villosa adalah yang paling mengagumkan karena 16 dari total 25 benih jenis itu mampu tumbuh lengkap sebagai tumbuhan. Akasia sedikit berbeda. “Kami hanya memiliki dua benih jenis ini. Satu diantaranya malah belakangan dimakan serangga,” kata Daws.
Keberhasilan Daws dan kawan-kawannya menyusul catatan sukses empat tahun lalu ketika peneliti di Amerika mampu menumbuhkan benih bunga lotus yang diduga telah berusia 500 tahun. Peneliti Israel bahkan pernah pula mengklaim kesuksesan yang sama untuk benih jenis tanaman palma berusia 2000 tahun.
bbc/guardian





