Tuli Nada, Cacat pada Otak

Kamis, 28 September 2006 | 13:51 WIB

TEMPO Interaktif, MONTREAL: Ilmuwan di Montreal, Kanada, dan Newcastle, Inggris, telah mengidentifikasi wilayah pada otak yang menyebabkan orang bersuara sumbang. Krista Hyde di Montreal Neurological Institute dan timnya menggunakan pencitraan resonansi magnetik untuk mempelajari otak orang yang tuli nada atau amusik dan membandingkannya dengan orang dengan kemampuan musik normal.

Studi dari kedua negara itu menggunakan metode identik. Hasilnya sama. Keduanya menyoroti daerah di bagian depan otak yang disebut inferior frontal gyrus sebelah kanan. Pada orang amusik, bagian itu kekurangan materi putih dibanding otak orang dengan kemampuan musikal normal.

Materi atau massa putih ini bertanggung jawab mengirimkan informasi dalam otak. Kekurangan massa inilah yang, menurut Hyde, merintangi komunikasi dalam otak belahan kanan, yang diperkirakan membuat pemiliknya kesulitan memahami nada musik.

Kemampuan musikal biasanya diukur lewat tes standar untuk enam macam kecakapan, termasuk rasa irama, kecakapan mengingat nada, serta kemampuan menguraikan perubahan kunci nada, pola titinada, petunjuknya, dan iramanya.

Jumlah massa putih otak menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada tes melodi daripada irama. Hal ini konsisten dengan studi sebelumnya bahwa tuli nada biasanya terjadi karena kondisi tidak mampu memahami pola titinada.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan penting antara kecakapan musikal dan anatomi otak. Studi ini juga menjadi terobosan untuk mengerti kondisi cacat otak ini.

nature | tjandra






Komentar Anda

Kirim