Berawal dari Penggalian Fosil

Rabu, 04 Oktober 2006 | 03:39 WIB

TEMPO Interaktif, STOCKHOLM:
"Ketika masih kecil pun saya sudah terpikat dengan konsep waktu, sejarah bumi, dan asal-muasal kehidupan manusia," katanya.
Pesona itu beralih ke rekayasa genetika ketika Mello duduk di bangku sekolah menengah atas pada akhir 1970-an. Pada saat itu, ilmuwan telah berhasil mengklon gen insulin manusia dan menyisipkan DNA itu ke dalam bakteri. Metode yang beken dengan sebutan pertanian molekuler itu menjadi sumber insulin sintetis tak terbatas.
Kesuksesan itu membawa perubahan besar bagi para penderita diabetes di seluruh dunia, yang sebelumnya menggantungkan hidupnya pada insulin dari babi dan sapi. "Gagasan bahwa riset itu punya pengaruh langsung terhadap kesehatan manusia sungguh membangkitkan minat saya," tutur Mello. "Hal itu adalah sesuatu yang tidak saya temukan di bidang biologi evolusioner."
Peneliti kelahiran 1960 itu mengawali risetnya di laboratorium di Sekolah Kedokteran University of Massachusetts. Kini minatnya beralih untuk mengembangkan cara yang lebih efektif untuk memblokir ekspresi gen tertentu pada janin dalam mempelajari fungsinya.
Tentu bukan janin manusia yang ditelitinya, melainkan embrio cacing Caenorhabditis elegans. Dia menyuntikkan asam ribo nukleat (RNA) ke cacing itu. Dia terkejut ketika menemukan efek intervensi asam itu lebih stabil daripada yang diperkirakan.
RNA interference menyebar dari sel ke sel di seluruh tubuh cacing, tak cuma di sekitar tempat suntikan, dan diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. "Fenomena ini belum pernah diketahui sebelumnya," kata doktor dari Harvard University pada 1990 itu.
Penelitian lanjutan dikerjakannya bersama Andrew Fire dari Carnegie Institution of Washington. Pasangan ini mengumumkan penemuannya dalam jurnal Nature pada 1998 bahwa efek "pembungkaman" gen itu disebabkan oleh RNA untai ganda.
Riset ini membuahkan banyak penghargaan dan hadiah bagi Mello dan Fire. Ahli biokimia ini juga menerima Wiley Prize dari Rockefeller University dan National Academy of Sciences Molecular Biology Award pada 2003. Mello juga meraih Dr Paul Janssen Award untuk riset biomedis pada September lalu.
Profesor pada Program Kedokteran Molekuler di Sekolah Kedokteran University of Massachusetts ini juga mendapat Gairdner International Award 2005. Pada tahun yang sama, Mello dan Fire dianugerahi Lewis S. Rosenstiel Award 2005 atas prestasi istimewa di bidang riset medis.

tjandra | nobelprize | hhmi | gairdner

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :