Matematikawan yang Banting Setir
Rabu, 04 Oktober 2006 | 03:01 WIB
TEMPO Interaktif, Washington:
Pada usia 19 tahun, dia bergabung dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge, Massachusetts, untuk bekerja di laboratorium Profesor Philip Sharp, yang di kemudian hari meraih Hadiah Nobel. Di laboratorium itu, Fire berkenalan dengan bidang baru biologi sel, yaitu biokimia, yang mempelajari ekspresi gen pada sel mamalia.
Disertasinya mengenai genetika adenovirus pada 1983 mengantarkannya meraih gelar doktor di bidang biologi dari MIT. Berbekal pengetahuannya itu, Fire terbang ke Cambridge di Inggris dan bekerja di bawah asuhan salah satu bapak biologi molekuler, Sidney Brenner, yang juga Nobel laureate (peraih Nobel). Dia mulai mempelajari DNA cacing Caenorhabditis elegans, yang akhirnya memainkan peran penting dalam risetnya.
Kariernya di bidang biologi molekuler terus melesat. Pada 1986 hingga 2003, Fire menjadi anggota staf Departemen Embriologi Carnegie Institution of Washington di Baltimore. Pada 2003, dia memindahkan laboratoriumnya ke Sekolah Kedokteran Stanford University di Departemen Patologi dan Genetika. Dia juga mengajar sebagai asisten profesor di Johns Hopkins University.
Ternyata beralih haluan meninggalkan matematika adalah pilihan tepat. Fire menerima berbagai beasiswa dan hadiah, termasuk Maryland Distinguished Young Scientist Award (1997). Bersama Craig Mello, Fire meraih National Academy of Sciences Award bidang biologi molekuler (2003) dan Gairdner International Award 2005.
Profesor biologi di Departemen Patologi dan Genetika Stanford University itu juga menerima Wiley Prize dari Rockefeller University pada 2003. Berkat penemuan RNA interference yang revolusioner itu, Fire juga dianugerahi H.P. Heineken Prize dalam bidang biokimia dan biofisika dari Netherlands Academy of Sciences pada 2004.
tjandra | nobelprize | yorku | gairdner




Komentar Anda :