Nobel Fisika untuk Peneliti Bayi Jagat Raya
Rabu, 04 Oktober 2006 | 03:01 WIB
TEMPO Interaktif, Stockholm:Ilmuwan Amerika Serikat, John C. Mather dan George F. Smoot, terpilih meraih Nobel Fisika tahun ini. Mereka dianggap sangat berjasa karena menyelami teori Dentuman Besar yang selama ini diyakini menyusun asal muasal jagat raya.
“Terutama untuk temuan mereka tentang bentuk bendahitam dan anisotropi radiasi yang mengikuti gelombangmikro kosmik,” kata dewan juri di Royal Swedish Academy of Sciences dalam pengumumannya, kemarin.
Berdasarkan teori Dentuman Besar, kosmos terbentuk sekitar 13,7 miliar tahun lalu lewat ledakan mahadahsyat. Skala waktu dan geometri peristiwa kelahiran itu terukur lewat gelombang-gelombang kejut yang disebut cosmic microwave background (CMB) yang terus terpancar di sekitar kita.
Mather dan Smoot mengukur radiasi itu menggunakan satelit COBE milik NASA sejak 1989. Berkat hasil pengukuran satelit itu pula, kosmik dikukuhkan sebagai sebuah ilmu pasti.
Mather, 60 tahun, adalah pakar astrofisika senior di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard, NASA, di Maryland yang mengkoordinasi lebih dari seribu peneliti dan insinyur satelit COBE. Sedang Smoot, 61 tahun, adalah profesor fisika di University of California di Berkeley yang kebagian tugas mengukur variasi suhu radiasi yang terukur.
Keduanya berhak atas medali emas, sertifikat, dan berbagi rata cek senilai 10 juta Kronor (hampir Rp 13 miliar).
(wuragil/afp/nobelprize)
Komentar Anda
- Amazing discovery
\"How great it is, perhaps without the discovered COBE satelite ..experts just only being quess what happened in early of creation of the universe.\" Thanks to you..MR.inventor!\"
Pengirim : Njuiz78 di Palembang





