Jus Serangga Pembalut Luka

Selasa, 10 Oktober 2006 | 00:28 WIB

TEMPO Interaktif, LONDON:

Belatung memang sejak dulu dipakai untuk membersihkan luka. Ulat ini cuma memakan jaringan yang mati dan mempercepat terjadinya regenerasi. Kini belatung digunakan lagi oleh beberapa dokter.

Jutaan pasien di seluruh dunia mendapatkan belatung sebagai bagian dari pengobatan luka pada kulit yang tak kunjung sembuh. Namun, banyak pasien yang ragu-ragu memakai binatang yang hidup dari bangkai ini karena jijik, kata Stephen Britland, ahli biologi sel di Bradford University di Inggris.

Biar orang tidak jijik, Britland dan timnya tidak menggunakan belatung hidup. Mereka membuat pembalut luka yang dilapisi dengan cairan kotoran dan sekresi yang telah dimurnikan. Cairan itu diambil dari larva lalat hijau hidup.

Mereka juga menggunakan pembalut ini untuk menjamin senyawa kimia dari larva yang dapat dikendalikan sekaligus dapat diprediksi. Pembalut luka ini diperkirakan punya masa pemakaian yang lebih lama dibanding belatung serta terbukti gampang dikapalkan ke seluruh penjuru dunia dan tidak rapuh.

Para peneliti telah menguji pembalut prototipe ini pada jaringan sel tikus dan manusia yang dibiakkan di cawan petri di laboratorium. Sel itu sengaja digores untuk menyerupai luka. Terbukti pembalut itu mempercepat penutupan luka.

Britland dan rekan satu timnya, termasuk peneliti dari perusahaan bioteknologi, AGT Sciences di Bradford, kini siap melangkah ke uji klinis terapi baru ini. Laporan temuan mereka ini telah dipublikasikan dalam jurnal Biotechnology Progress.

livescience

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :