Dimana Logam Berat Paling Mencemari Bumi?
Kamis, 19 Oktober 2006 | 17:01 WIB
TEMPO Interaktif, New York: Blacksmith Institute, organisasi lingkungan nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat, memetakan 10 kota paling polusif di muka bumi saat ini. Peta itu menggunakan logam-logam berat sebagai parameter utama polutannya sepanjang 2006.
Dari 10 tempat yang mencuat -tiga diantaranya di Rusia- total 10 juta penduduk mengalami dampak polutan itu. Menurut Blacksmith Institute, di tempat-tempat itu usia harapan hidup warganya mendekati angka di Abad Pertengahan dulu dimana cacat kelahiran bayi dianggap wajar, angka penderita asma pada anak-anak terukur di atas 90 persen, dan pertumbuhan mental yang lambat menjadi endemik.
"Ada negara-negara yang memang usia harapan hidup penduduknya hanya setengah dari negara-negara kaya, tapi usia warga di ke-10 lokasi ini bisa lebih rendah lagi. Atau kalaupun bisa bertahan lebih lama, mereka sangat menderita,” kata Richard Fuller, Direktur Blacksmith Institute.
Chernobyl (Ukraina), kota paling terkenal karena kecelakaan industrinya ada dalam peta itu. Lima lainnya adalah Dzerzhinsk, di Rusia, yang menjadi lokasi penyimpanan senjata kimia di masa Perang Dingin; Linfen, jantung industri batubara Cina; Kabwe di Zambia, situs penambangan dan peleburan logam, termasuk timah; Haina di Republik Dominika dimana usaha daur ulang dan peleburan baterai telah menyampah timah dalam konsentrasi sangat besar; dan Ranipet di India dimana lebih dari tiga juta penduduknya tercemar limbah industri penyamakan.
Sisanya terdiri dari La Oroya di Peru, Maiuu Suu di Kyrgyzstan, Norilsk Rusia, dan Rudnaya Pristan di Rusia.
(wuragil/bbc/blacksmithinstitute)





