Jangan Takut Drakula

Kamis, 26 Oktober 2006 | 15:56 WIB

TEMPO Interaktif, Florida:Seperti legenda yang hidup, drakula dikenal meminum darah manusia untuk bisa mempertahankan keabadiannya. Sekali kena gigit, manusia korbannya pun akan beralih menjadi drakula baru. Ia akan ikut-ikutan hidup dari minum darah manusia yang lain. Begitu seterusnya.

Kisah drakula hidup di tengah masyarakat sejak 1800-an. Tapi Costas Efthimiou memilih mengambil tahun 1600 untuk memaparkan logikanya. Begini, pada 1 Januari 1600 populasi manusia terhitung 536.870.911 jiwa. Apabila drakula pertama sudah ada saat itu dan meminum darah seorang manusia setiap bulannya, maka akan ada dua drakula pada 1 Februari 1600.

Sebulan lagi akan ada empat drakula, terus begitu, sehingga dalam 2,5 tahun saja seluruh populasi manusia seharusnya sudah menjadi bangsa drakula. Tak seorangpun tersisa yang bisa diminum lagi darah segarnya. “Nyatanya?” kata Efthimiou.

Laju musnahnya bangsa manusia itu akan lebih cepat lagi jika angka kematian ikut diperhitungkan. Begitu juga, angka kelahiran yang paling tinggi pun tak akan bisa menolong mempertahankan bangsa manusia. “Bahkan ketika populasi manusia berlipat ganda setiap bulannya,” kata Efthimiou.

Jadi, apapun yang Anda pikir bahwa Anda telah melihat seorang asing, berkerah baju tegak dan memamerkan gigi taringnya di tengah malam, Efthimiou menyarankan, janganlah takut. “Bisa dipastikan dia tidak akan mengubah Anda jadi drakula,” katanya.

Kalau begitu lebih menakutkan Sumanto yang baru saja bebas dari penjara.

(livescience)

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :