Bolak Balik Arah Arus Sungai Amazon
Kamis, 26 Oktober 2006 | 15:59 WIB
TEMPO Interaktif, PHILADELPHIA: Geolog jebolan University of North Carolina, Russel Mapes, dan profesornya di kampus yang sama, Drew Coleman, mempelajari batuan sedimen di sepanjang badan sungai pembelah benua Amerika Selatan itu. Hasilnya, mereka mendapati kandungan mineral purba di bagian tengah benua yang dipastikan berasal dari bagian timur benua yang sama.
Itu artinya sekitar 145 sampai 65 juta tahun lalu Sungai Amazon mengalir dari timur ke barat. Mapes menerangkan, kesimpulan itu mudah didapat karena usia batuan sedimen di timur dan barat benua Amerika Selatan sangat berbeda. Batuan berusia 2,5 miliar tahun ditemukan di sebelah timur. Di sebelah baratnya, karena aktivitas geologis Pegunungan Andes, usia batuannya jauh lebih muda.
Apabila arah arus Sungai Amazon sejak dulu sama seperti saat ini -ke arah timur- seharusnya kandungan mineral muda yang ditemukan dalam batuan sedimennya. Batuan mineral itu tercuci oleh aliran air dari Pegunungan Andes. “Tapi kami tidak mendapatinya. Di sepanjang badan sungai, usia batuan mineral seluruhnya menunjuk ke lokasi spesifik di Timur dan Tengah Amerika Selatan,” kata Mapes.
Ia menjelaskan, sedimen itu tercuci dari dataran tinggi yang ada di Periode Cretaceous, ketika Amerika Selatan dan lempeng tektonik Afrika saling berpisah. Kejadian itu bisa jadi membuat arus sungai mengarah ke barat, mengirimkan sedimen berusia dua miliar tahun ke bagian tengah benua (Amerika).
Secara lengkap, Mapes, Coleman dan dua kolega lainnya dari Universidade Federal do Amazonas, Brazil, memaparkan hasil studinya itu dalam pertemuan tahunan Perhimpunan Geologi Amerika Rabu lalu.
(bbc,physorg)





