Setajam Penciuman Anjing

Rabu, 20 Desember 2006 | 19:49 WIB

TEMPO Interaktif, Berkeley:

Sebuah riset di Amerika Serikat telah mengguncang anggapan yang telah dipercaya bertahun-tahun bahwa orang memiliki indra penciuman yang jelek dibanding binatang. Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Neuroscience itu meminta orang mengikuti bau di tanah, seperti yang dilakukan anjing. Ternyata hasilnya menyamai kualitas seekor anjing.
Para peneliti dari University of California, Berkeley, itu menuangkan bebauan di tanah, termasuk sejenis minyak cokelat yang harum. Mereka meminta 32 orang melacak jejak bebauan sepanjang 10 meter itu di sebuah lapangan rumput dari awal sampai ujung.
Semua partisipan ditutup matanya dan mengenakan sarung tangan tebal dan penutup telinga. Semua perlengkapan itu memaksa mereka hanya mengandalkan hidungnya.
Dua pertiga partisipan berhasil mengikuti bebauan itu. Walaupun agak berzigzag sewaktu mengendus, mereka bisa melacak bau yang sebenarnya ditaruh dalam satu garis lurus itu.
Kemampuan melacak bau terbukti makin lama makin meningkat, meski tak secepat binatang. Dalam tes yang lain ditemukan bahwa manusia membutuhkan kedua lubang hidungnya agar bisa mengendus dengan baik.
Tim peneliti yang dipimpin Noam Sobel itu memperlihatkan, indra penciuman manusia lebih kuat daripada perkiraan sebelumnya. Dengan latihan, manusia mungkin bisa melakukan tugas yang sebelumnya dianggap sebagai pekerjaan binatang itu.

l BBC

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :