Ular Pendeteksi Gempa
Rabu, 03 Januari 2007 | 15:11 WIB
TEMPO Interaktif, NANNING:Cina mengembangkan sistem peringatan dini gempa baru yang memakai ular sebagai detektor. Binatang melata ini menunjukkan perubahan pola perilaku ular beberapa hari sebelum gempa besar terjadi.
Ilmuwan Cina mengatakan ular-ular menghantamkan kepala ke dinding dalam upaya melarikan diri. Seorang peneliti di biro gempa di Nanning, sebelah selatan Provinsi Guangxi, bertugas memantau peternakan ular setempat dengan menggunakan jaringan Internet selama 24 jam nonstop, mengkombinasikan insting alami dan teknologi maju.
Mereka yakin ular bisa merasakan gempa dari jarak 120 kilometer lima hari sebelum bencana itu benar-benar terjadi. Ular itu memperlihatkan tingkah laku yang amat ganjil, bahkan membenturkan kepala dan badannya ke dinding untuk kabur dari sarangnya. "Dari semua binatang di bumi, ularlah yang paling sensitif terhadap gempa," kata Jiang Weisong, direktur biro gempa di Nanning.
Reptil itu merespons gempa yang akan terjadi dengan tingkah laku yang amat aneh. "Ketika sebuah gempa akan terjadi, ular akan keluar dari sarangnya, di musim salju yang dingin sekalipun," tuturnya. "Jika gempanya besar, ular akan membenturkan diri ke dinding ketika berusaha lari."
Nanning merupakan wilayah yang kerap diguncang gempa. Kota itu merupakan satu dari 12 kota Cina yang dimonitor menggunakan perangkat canggih dan memiliki 143 unit pemantauan binatang.
"Dengan memasang kamera di atas sarang ular, kami mengembangkan kemampuan untuk meramal gempa," kata Jiang. "Sistem ini dapat diperluas ke wilayah lain agar prediksi gempa kami ini makin akurat."
Cina memang kerap terkena gempa bumi. Pada 1976, sedikitnya 250 ribu orang tewas ketika Kota Tangshan hancur karena gempa bumi.
Jiang mengatakan pemerintah akan mengkombinasikan sistem pemantau berbasis ular ini dengan upaya penghapusan kemiskinan. "Kami bisa membunuh dua burung sekaligus dengan satu batu," kata Jiang. "Dengan mendukung para petani yang memelihara ular, kami tak hanya memperbaiki kemampuan meramal gempa, tapi juga menyediakan lapangan kerja bagi yang membutuhkan."
Memelihara ular akan menjadi bisnis yang amat menguntungkan karena besarnya pasar bagi reptil itu. "Setiap bagian ular sangat berharga," kata Jiang. Bisa ular tak hanya dipakai untuk mengobati jenis kanker tertentu, tapi juga dipercaya dapat memulihkan pengerasan arteri dan pembekuan pembuluh darah otak.
Tjandra | China Daily | BBC
Topik :




Komentar Anda :