Telur Ayam Antikanker

Selasa, 16 Januari 2007 | 00:27 WIB

TEMPO Interaktif, EDINBURGH :
Terobosan ini diumumkan oleh pusat riset The Roslin Institute, yang telah menciptakan Dolly, si domba kloning. Institut yang berlokasi di Edinburgh, Inggris, itu menyatakan telah memproduksi lima generasi unggas yang bisa menghasilkan protein dalam putih telur pada tingkat yang berguna bagi kesehatan.

Riset ini akan mengarah pada produksi obat yang lebih murah dan mudah karena sebagian besar harga pengobatan medis sekarang ini amat tinggi. Gagasan penelitian ini memang bertujuan memproduksi protein pada ayam karena siklus hidupnya yang pendek. "Binatang itu mampu menghasilkan banyak telur dan murah. Bahan baku yang diperlukan dalam sistem produksi ini hanya berupa makanan ayam," kata Harry Griffin, direktur institut itu.

Sampai saat ini Roslin telah mengembangbiakkan 500 unggas yang telah dimodifikasi dalam proyek yang dipimpin Helen Sang ini. Perlu waktu lebih dari 15 tahun untuk mencapai prestasi ini, tapi butuh lima tahun lagi sebelum uji coba terhadap pasien kanker dan 10 tahun lagi sampai obat ini selesai dikembangkan.

Burung-burung itu telah direkayasa untuk mengeluarkan telur yang mengandung miR24, sejenis antibodi yang potensial untuk mengobati melanoma ganas atau kanker kulit. Unggas lainnya mampu memproduksi interferon manusia, b-1a, yang dipakai untuk menghentikan proses perbanyakan virus dalam sel.

Teknik "pabrik hidup" ini juga akan digunakan untuk memproduksi protein obat, seperti insulin, yang selama ini diproduksi dalam bakteri. Untuk menghasilkan insulin, protein obat yang terkandung dalam putih telur cukup diekstrak dan dimurnikan.

Tapi ada sejumlah protein kompleks yang harus dibuat dalam sel tertentu dari organisme yang lebih besar. Para ilmuwan berhasil mengembangkan molekul itu dalam susu binatang yang telah dimodifikasi, seperti kambing, domba, sapi, dan kelinci.

tjandra | BBC

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :