Otak Besar, Peluang Hidup Tinggi

Selasa, 16 Januari 2007 | 00:38 WIB

TEMPO Interaktif, LONDON:
Sebuah penelitian di Inggris membuktikan otak besar membantu burung beradaptasi terhadap pemanasan global dan habitat yang kian sempit. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti membandingkan ukuran otak dan tubuh dengan tingkat kematian 220 spesies burung di wilayah tropis, subtropis, dan kutub. Mereka menyatakan ukuran otak membantu burung menghindari kematian.

Bila dibandingkan dengan organ lainnya, otak memerlukan lebih banyak energi untuk berkembang dan pemeliharaan. Sehingga para ilmuwan berteori bahwa otak besar mendorong ketangkasan mental burung agar survive menghadapi perubahan lingkungan untuk memenuhi metabolismenya yang tinggi. Gagasan ini dikenal sebagai hipotesis cognitive buffer.

"Kami menunjukkan bahwa spesies dengan otak yang lebih besar mengalami tingkat kematian lebih rendah daripada jenis burung berotak kecil dan mendukung hipotesis cognitive buffer dalam evolusi otak besar," kata Tamaz Szekely dari University of Bath, Inggris.

Penemuan ini mungkin bisa menjelaskan fenomena mengapa ayam pegar yang berkepala kecil sering mati tertabrak, sedangkan burung magpie bisa menghindari kendaraan yang sedang melaju kencang. Burung berotak besar, seperti gagak dan beo, juga lebih terampil dalam menguasai wilayah baru dan mengatasi perubahan musim. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.

l tjandra | livescience






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: