Susu Musuh Teh

Kamis, 18 Januari 2007 | 01:49 WIB

TEMPO Interaktif, BERLIN:
Teh adalah minuman yang paling banyak diminum di dunia, setelah air tentunya. Jumlah peminum teh makin meningkat di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, setelah dilaporkan bahwa orang yang minum teh terhindar dari penyakit jantung dan kanker. Tapi efek antikanker ini hanya muncul di Asia Timur dan bukan di negara peminum the, seperti Inggris. "Itu karena mereka selalu minum teh dengan susu," kata Verena Stangl dari Charité Hospital di Berlin.

Stangl dan tim peneliti lainnya menemukan bukti bahwa perempuan paruh baya yang minum setengah liter teh hitam Darjeeling memiliki arteri yang lebih kendur dibanding orang yang tidak minum teh. Relaksasi arteri ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah karena teh. Hal ini mencegah terjadinya masalah jantung dan bergantung pada eNOS, enzim yang mensintesis messenger kimia nitro oksida.

Teh juga mengendurkan cincin aorta tikus di laboratorium dan meningkatkan aktivitas eNOS yang dikulturkan dalam empat kali lipat sel arteri. Tapi, jika teh itu mengandung 10 persen susu skim, efek relaksasi itu tidak terlihat pada perempuan ataupun aorta tikus yang diuji.

Riset yang dilakukan Stangl menemukan bahwa protein kasein susu memblokir efek teh. Protein ini secara spesifik mengikat bahan kimia teh yang mengendurkan aorta tikus, terutama katekin, yang disebut EGCG. Katekin adalah sejenis polifenol, bahan kimia yang dianggap bertanggung jawab atas efek menyehatkan dari secangkir teh.

tjandra | livescience






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: