Maksimal Satu Ton
Jum'at, 19 Januari 2007 | 16:13 WIB
Alasan mengapa tidak ada singa seberat tiga ton mengejar gajah di Serengeti, Afrika, adalah mamalia darat karnivora punya batas ukuran maksimal 1.100 kilogram. Di atas angka itu, kebutuhan hidupnya lebih berat daripada manfaat yang diperoleh dari mangsa besar.
Hasil penelitian ini memberikan perspektif baru mengapa karnivora besar lebih mudah terancam punah. Bagi beruang kutub, penelitian ini menambah kabar buruk. "Bukan hanya melelehnya salju di kutub, karnivora terbesar di daratan itu juga berada di ujung tanduk metabolisme karena hampir tak bisa menangkap makanan yang cukup untuk memenuhi perutnya," kata Chris Carbone dari Institute of Zoology, London.
Ketika bertambah besar, mamalia pemakan daging ini memperlihatkan pergeseran besar-besaran dalam kebiasaan makan. "Spesies di bawah 20 kilogram memakan mangsa yang amat kecil," kata Carbone. "Spesies di atas 20 kilogram secara drastis mengubah taktik dan memangsa binatang yang seukuran dengan tubuhnya."
Itulah sebabnya seekor cheetah, misalnya, mengejar gazelle yang sama besar dengannya atau kucing yang cukup memakan tikus kecil.
Mangsa kecil memang berlimpah dan gampang ditangkap, tapi setiap ekornya cuma seperti camilan yang tidak mengenyangkan. Untuk binatang yang lebih besar daripada 14,5 kilogram, makanan besar sekali sehari jauh lebih efisien. Tiap hari hewan pemburu membakar energi dua kali lebih banyak dibanding karnivora kecil. Nah, kalori yang tinggi dari satu tangkapan besar amat seimbang buat si pemburu bertubuh raksasa.
"Anda harus kuat dan cukup besar untuk menangkap mangsa yang besar," kata Carbone. "Tapi jumlah makanan yang diasup tidak memungkinkan bagi karnivora yang melebihi ukuran tertentu (satu ton)."
nature | livescience




Komentar Anda :