Jakarta Banjir Gara-gara Bogor
Jum'at, 09 Februari 2007 | 18:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bogor ternyata menyumbang sedikit saja untuk cadangan air tanah Jakarta. Sebaliknya, ia menyumbang banyak untuk banjir di kota yang sama. Kesimpulan itu terungkap dalam temu peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan pres di Gedung LIPI, Jumat siang.
Robert Delinom, peneliti geohidrologi di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI menyatakan baru saja merampungkan penelitian terbarunya akhir tahun lalu. Lewat metode isotop dia mendapati air tanah di Jakarta sedikit saja yang berasal dari air di ketinggian sekitar 3000 meter di atas permukaan laut. Paling tinggi, hanya berasal dari ketinggian sekitar 300 meter. “Itu artinya Jakarta memasok air tanahnya sendiri,” katanya.
Robert juga mengungkapkan adanya formasi geologi masif yang menghalangi aliran air tanah dari Bogor bisa sampai ke Jakarta di daerah Cibinong sampai Serpong. Gara-gara formasi itulah air tanah justru menyembul ke permukaan dan mengalir ke Jakarta lewat sungai-sungai. “Itu sebabnya di Jakarta sejak zaman Si Pitung sudah banjir,” katanya.
Siang tadi, Robert dan para peneliti lainnya yang tergabung dalam Riset Kompetitif Pengembangan Iptek Subprogram Daerah Aliran Sungai Terpadu-Jakarta Bogor Puncak Cianjur sepakat Jakarta harus pintar-pintar mengelola air yang datang itu. Memasukkannya ke dalam tanah lewat sumur-sumur resapan adalah satu cara diantaranya.
(wuragil)





