Penelitian di Indonesia Terpuruk
Kamis, 01 Maret 2007 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Geliat para peneliti Indonesia ternyata tertinggal jauh dengan negara lain, termasuk Malaysia, tetangga yang pernah menimba ilmu ke negara ini. Kondisi itu kentara jelas dari jumlah laporan karya ilmiah (paper) yang dihasilkan dan diakui lewat publikasi jurnal ilmiah internasional.
"Data terakhir menunjukkan jumlah paper yang dihasilkan peneliti Indonesia hanya 522, Malaysia mampu tiga kali lipatnya, yaitu 1438," ujar Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Muhammad Munir, dua hari lalu.
Menurut Munir, ketinggalan Indonesia di bidang penelitian semakin jauh jika dibandingkan dengan Thailand yang sudah menghasilkan 2.397 papers, Singapura sebanyak 5.781 papers. Sedangkan Jepang, hingga dua tahun lalu saja sudah mampu menghasilkan 83.484, Cina 57.740, Korsel 24.477, dan India mencetak 23.336 papers.
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Umar Jenie, menilai kemampuan bahasa menyumbang kepada kemampuan para peneliti Indonesia menulis laporan penelitiannya di jurnal internasional. "Tapi kalau produk paten, kita lebih unggul dari negara-negara tetangga," katanya.
rofiuddin (semarang)





Komentar Anda [1] :