Ada Apa dengan Garuda
Rabu, 07 Maret 2007 | 19:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dudi Sudibyo, pengamat penerbangan dan pemimpin redaksi Majalah Angkasa, memperhitungkan unsur hard landing sebagai penyumbang terbesar kepada kecelakaan pesawat Boeing 737-400 bernomor penerbangan GA-200 itu. “Bisa karena perangkap turbulensi menjelang mendarat atau pilot yang salah mengambil sudut luncur di detik-detik akhir,” urainya.
Didik, pilot maskapai Garuda, tidak sependapat dengan dugaan-dugaan penyebab kecelakaan yang bertumpu kepada kesalahan mendarat atau hard landing. Menurutnya, yang paling penting dicermati adalah kenapa pesawat bisa sampai keluar landasan. “Bukan soal hard landing ataupun asal muasal api,” katanya.
Lebih jauh Didik mengajak untuk menunggu pembacaan rekaman kotak hitam. Dudi setuju. “Memang belum bisa dipastikan, saya juga menunggunya,” kata Dudi.
(wuragil)




Komentar Anda :