Perubahan Iklim Bisa Diantisipasi dengan Melindungi Laut

Rabu, 11 April 2007 | 10:04 WIB

TEMPO Interaktif, Washington:

Badan Konservasi Dunia (IUCN) menyatakan bahwa perubahan iklim yang mengancam lingkungan dan manusia bisa diantisipasi dengan melindungi lautan. Dan Laffoley, Wakil Direkrut bidang Kelautan IUCN, mengatakan perlindungan kawasan laut memainkan peranan penting pada pengendalian perubahan tersebut.

Laut, kata Laffoley, berperan membentuk dan mengatur iklim. Tapi, “Hanya satu persen laut kita yang terlindungi," katanya dalam rilis yang diterima Tempo hari ini.

IUCN mengutip laporan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim pada pekan lalu yang menyatakan telah terjadi perubahan iklim yang cukup drastis di seluruh dunia. Salah satunya adalah kenaikan temperatur laut antara satu hingga tiga derajat celcius.

Perubahan iklim ini akan berdampak pada populasi di kawasan pantai dan kepulauan. Kawasan ini akan diterjang banjir, erosi pantai, dan berkurangnya stok ikan.

Julia Marton-Lefevre, Direktur Jenderal IUCN, mengatakan kenaikan suhu itu juga akan merusak terumbu karang, meskipun karang bisa beradaptasi terhadap perairan hangat. “Tapi aklimatisasi ini hanya mungkin terjadi bila karang itu terlindungi dari tekanan lain seperti polusi atau penangkapan ikan yang berlebihan,” katanya.

Karang dan mangrove bertindak sebagai benteng alami bagi badai dan banjir. Faktanya, kata Marton-Lefevre, 20 persen terumbu karang telah hancur dan sekitar 50 persen dalam keadaan terancam. Terumbu karang menyokong hidup 100 juta orang dan menjadi dasar industri pariwisata dan penangkapan ikan. Keuntungan bersih dari sehatnya terumbu karang adalah US$ 30 miliar per tahun.

DEDDY SINAGA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: