Andalas Punya Adik Baru!

Selasa, 01 Mei 2007 | 16:59 WIB

TEMPO Interaktif, Cincinnati:Andalas, badak jantan Sumatera kelahiran Amerika yang disumbangkan ke Suaka Rhino Sumatera Way Kambas, Lampung, dua bulan lalu, punya adik baru. Emi, sang induk di Kebun Binatang dan Taman Botani Cincinnati, Amerika Serikat, melahirkan seekor bayi badak jantan Minggu malam.

Adik baru Andalas itu lahir dalam kondisi sehat, berbobot 43 kilogram. Dengan kelahiran itu, Emi mengukuhkan dirinya sebagai badak Sumatera paling produktif di luar habitat asli karena tidak ada badak lain koleksi sebuah penangkaran yang melahirkan lebih dari satu ekor bayi badak.

Total, Emi telah menjalani proses persalinan empat kali: anak pertama keguguran, sedang adik Andalas yang pertama diberi nama Suci sekarang berusia dua tahun. Suci masih di Cincinnati bersama kedua induknya. Belum jelas apakah Suci akan menyusul jalan hidup Andalas yang dipindahkan ke Kebun Binatang Los Angeles menyusul kelahiran sang adik baru.

Tapi itu soal lain. Yang jelas kabar gembira kelahiran badak Sumatera datang saat populasi jenis hewan yang satu ini semakin kritis di habitatnya. Saat ini diperkirakan kurang dari 300 ekor yang masih bertahan di hutan Sumatera dan Kalimantan—termasuk Kalimantan di bagian Malaysia yang sempat terekam kamera.

Faktanya pula, Emi dan pasangannya, Ipuh, adalah dua dari empat ekor badak yang berhasil bertahan hidup dari program penangkapan Departemen Kehutanan bekerja sama dengan Sumatran Rhino Trust 1980-1994 lalu. Saat itu terkumpul sekitar 85 ekor badak sumatra liar yang sejatinya akan dikembangbiakkan secara ex situ demi mengangkat statusnya agar tidak lagi paling langka diantara keluarga badak.

Sayang, 72 ekor langsung terbukti tidak bisa hidup di luar habitat aslinya, dan kini hanya tersisa Ipuh dan Emi (keduanya di Cincinnati), Torgamba (berusia sekitar 26 tahun, sempat di Inggris tapi sudah berada di Way Kambas), dan Bina (20-an tahun, sempat di Taman Safari Indonesia, sudah di Way Kambas).

Kemudian lahir Andalas pada 2001. Sepanjang 112 tahun terakhir, ia menjadi bayi badak pertama yang sukses lahir di luar habitatnya. “Sepuluh tahun lalu banyak orang skeptis kalau spesies ini tidak akan bisa dibiakkan di kebun binatang,” kata Terri Roth, Wakil Presiden untuk Koleksi Hidup, Sains, dan Konservasi di Kebun Binatang Cincinnati.

Tapi, Roth menambahkan, “Tiga kelahiran dalam rentang hanya tujuh tahun membuktikan bagaimana program penangkaran yang dikelola baik bisa sukses untuk spesies yang di ambang kepunahan ini.”

(wuragil/ap/cincinnatizoo)






Komentar Anda

Kirim